Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2010

Dilematis tidak dilaporkannya kejadian KDRT

"Perempuan itu ambigu dalam menghadapi masalah ini. Ia sebetulnya tidak senang dengan perlakuan kekerasan itu, tapi di sisi lain melekat keyakinan mengenai pengabdian pada suami," kata Tika Bisono pada seminar nasional mengenai KDRT (www.antaranews.com) .
Wadoh, “pengabdian”? Sampai kapan? Sampai badan babak belur, sampai bekas luka bertengger di bagian tubuh, atau sampai malu keluar rumah karena muka bekas tamparan membuat tetangga berbisik-bisik?
HELLO! Ini tahun 2010, sudah tahun keenam dari pemberlakuan Undang Undang No. 23 Tahun 2004 Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tanggga (UU KDRT) dan kita masih menggunakan alasan-alasan ketimuran seperti cinta (perasaan), pengabdian, tabu dan bla.. bla…bla,, untuk mengurungkan proses pelaporan anggota keluarga yang melakukan kekerasan kepada anggota keluarganya.
Ini dilematis yang banyak terjadi di Indonesia, apalagi jika melibatkan keluarga besar. Dan, alasan “penyelesaian secara kekeluargaan” jadi alasan pengurung padahal jelas-…