Saturday, June 18, 2016

Cinta di Balik Hujan

Bau hujan
Mengingatkanku pada parasmu yang tak tampak namun tercium sanubariku
Rintik yang jatuh
Melambungkanku dalam pendengaranku  akan suara napasmu meski kita berjarak
Bunyi air
Saat hujan menyentuh tanah bagai aliran sengat di tubuh berlabuh di hati

Ada rasa yang tak mampu terungkap
Kusembunyikan di damainya hujan dan  menanti redanya berharap akan warna warni pelangi
Doa menjadi harapan terbesar yang mampu melukiskan akhir yang indah
Berharap bau tanah yang dibasahi rintik demi rintik bagai harum rasaku mencintaimu diam demi diam

Seperti hujan
Dari langit yang tinggi jatuh ke bumi, meski terjatuh itu sakit
Awan hitam
Kerap mengantarkan butir-butir air jatuh ke bumi seperti sebuah pesan terpendam
Bagai pelangi
Tak selalu muncul namun hanya dihantarkan oleh datangnya hujan

Ada rasa yang tak mampu kuungkapkan
Terlalu pungguk diriku merindukan sosok seperti bulan di heningnya malam menanti jujur hati
Doa menjadi pengantar untuk memeluk terkasih di dalam sukma
Berharap ia tahu dan akan berbalas kasihnya yang bagai hamba  aku mencintai tuan diam demi diam

(Jakarta, 18 Juni 2016 - dini hari)

Wednesday, June 15, 2016

Menatap Langit Senja Ini

Bergugus-gugus warna cahaya
Umpet Mentari di balik garisan awan
Tak berupa bundar namun memesona
Menyambut kelam yang mulai berbaris
Semburat langit senja ini
Seperti gurau melahirkan senyum
Sungguh mahakarya dan ku berbatin dalam helaan napas
Ungkap syukur
Bisikan salam
Oh, Sang Agung

(Dari balik kaca kantor, Jakarta - 15 Juni 2016)