Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2014

Realize

Realize that life teaches us to be able to negotiate with the chances we have. We only live once, we will die once too. But, don’t be dying as long as we can see the Sun shines every morning. As long as the Sun still shines in this naive world, and we are free to breathe, we don’t have any reason to worry too much.
I was born alone and I believe that at its time I will be died alone. So, to do many things alone is an ordinary thing. Being alone doesn't mean lonely! Instead, sometimes I feel lonely while I am surrounded by ‘friends’ but like they don’t count me in. Sometimes, I feel, people touch in skin but not heart by heart.
The chances we have means that we should decide to step in the best path we deserve. We need to have a strong reason to step freely on our chosen way. We often doubt the chances we took. Why? Be confidence! Be yourself! Be what you want to be. DO WHAT YOU LOVE, LOVE WHAT YOU DO! That’s a key. Why do we live depend on others? Why should we react because people’…

Isi Hatiku

Duduk memojok di satu gerai kopi, kukenakan kacamata gelap seakan menghindari silau mentari. Sesungguhnya, aku hanya menutupi airmata yang tertahan. Tak perlu sesiapa tahu karena mereka mungkin bertanya namun tak akan pernah mengerti. Orang-orang seringkali menoleh, tapi tak sungguh berhati untuk kita.

Menyadari, akhirnya, meski sudah tahu, mereka yang terlalu disayangi seringkali menjadi mereka yang paling menyakiti.
Meski sulit, tampaknya diri ini harus merubah sifat kasih dan peduli. Goyah dari diri yang sebenarnya. Harus mulai peduli pada diri sendiri. Cukuplah pedulikan sedu sedan mereka yang tak ada saat diharapkan.
Aku hilang.. Aku yang dahulu akan menghilang.
Akan kucoba.

Lia Sirait | 12 Oktober 2014
Starbucks - Kota Kasablanka, JAKARTA

Satu Ons Bukan Seratus Gram, Salah Siapa?

Gara-gara membaca berita bahwa harga emas anjlok menjadi US$ 20 per ons, saya pun akhirnya jadi “tercerahkan” dan“tergelitik”. Tentang apa? Penjabarannya di bawah ini.
Sepertinya tidak sedikit yang sudah tahu, tapi saya yakin masih sangat banyak orang-orang yang menempuh pendidikan di sekolah lokal (Indonesia – negeri maupun swasta) seperti saya dalam pikirannya sudah tertanam “hafal luar kepala” mengenai konversi hitungan, sebagai berikut:
1 ons (ounce)  =  100 gram 1 pon (pound) =  500 gram
Dan, ternyata itu salah! Salah yang sudah turun temurun. Salah siapa? Nah, siapa yang mau dipersalahkan? Pemerintah c.q Departemen Pendidikan? Atau orang-orang tua yang sudah mengenyam ‘pengetahuan yang salah’? Bahkan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pun, mendefinisikan sebagai berikut:
onsn satuan ukuran berat (massa) seratus gram
pon 1 n satuan ukuran berat 500 gr

Bisa lihat juga di KBBI Daring.

Astaga! Ini penting untuk dikoreksi. Sepertinya, saya harus mencari tahu/memastikan keponakan atau…

Kita Hari Ini

Kita duduk bersandingan
Namun tak bersentuhan
Tak saling menoleh
Tak jua saling bicara

Kita saling memikirkan
Namun tak mengakui
Bibir terkatup
Tak jua mengungkap

Kita dalam marah diri
Meninggikan ego sendiri
Membangun tembok
Membatasi interaksi jiwa

Kita dua insan di sini
Tak saling menatap
Terus membisu
Di nurani yang mengambang

(Jakarta, 7 Oktober 2014)