Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2010

Mon Rêve Familier

Kemarin, walaupun gak enak badan dan setengah hati pergi kursus tapi akhirnya tetap semangat menuntut ilmu hehehe..

Masuk ke kelas molor sedikit dari waktu yang seharusnya, sibuk melanjutkan senda gurau di kantin ehhh baru duduk dan memulai aktivitas kelas, tiba2 pria bertopeng yang tak dikenal masuk ke dalam kelas tanpa salam dan membacakan sebuah puisi dalam bahasa Perancis, lalu keluar *nyelosor* begitu saja.

Sesaat kemudian, seseorang masuk ke kelas dan membagikan kantong berisi puisi. I like it, I've got a red pouch with a pink paper in. Dan, gue juga suka dengan puisinya, berjudul "Mon Rêve Familier" karya Paul Verlaine (1844-1896).

Berikut adalah terjemahannya dalam Bahasa Indonesia

Mimpi Yang Kukenal

Aku sering bermimpi, mimpi yang aneh dan mendalam
Tentang seorang wanita yang tak kukenal, dan aku mencintainya, dan ia mencintaiku
Dan setiap kali tampaknya ia bukan wanita yang sama
Bukan pula wanita yang berbeda, mecintaiku dan memahamiku.

Karena ia memahamiku, dan hatiku,…

Bona Taon Guru Sangiang Naga Napitupulu 2010

Acara apa itu? Acara tahun baru keluarga besar Napitupulu keturunan Guru Sangiang Naga -kalo diurut-urut silsilahnya bisa panjang banget-. Dan, nyokap gue adalah salah satu bagian darinya. Jadi walaupun acara tersebut lebih tertuju bagi yang tinggal di Jabodetabek tapi beberapa pesertanya datang dari kota-kota di Jawa Barat, orangtua gue misalnya *niat banget ya*. Ya, dimaklum saja karena cukup beradat dan banyak kesibukan masing-masing, makanya pesta tahun barupun baru terlaksana bulan Maret.

Anak-anak muda zaman sekarang (pada umumnya), sudah tidak tertarik untuk mengahadari acara-acara yang barhubungan dengan adat istiadat. Kecuai acara upacara adat saudara/teman/kerabat dekat, biasanya anak muda (sebut saja gue sebagai contohnya) sangat malas ketika diajak orangtua atau menemani ke acara-acara semacam itu.

Dan, 14 Maret 2010 tadinya gue pun gak berencana menghadiri acara Bona Taon Guru Sangiang Naga Napitupulu, tapi akhirnya hadir sejak makan siang dan sampai acara berakhir sore har…

"DISAAT AKU TUA"

Ini adalah cerita tentang kemarin, hari Senin tanggal 22 Maret 2010. Tiba di kantor gue menerima satu email dari seorang teman *named Mela* (yang sumbernya dari temannya - sumber tidak diketahui), isinya sebagai berikut:


"DISAAT AKU TUA"

Disaat AKU TUA, bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumilah diriKu, bersabarlah dalam menghadapiKu.
Disaat AKU menumpahkan kuah sayuran dibajuKu,
Disaat AKU tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu.
Ingatlah saat saat bagaimana AKU mengajariMu, membimbingMu untuk melakukannya.
Disaat AKU dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yang membosankan.
Bersabarlah mendengarkanKu, jangan memotong ucapanKu.
Dimasa kecilMu, AKU harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah AKU ceritakan ribuan kali hingga diriMu terlelap dalam mimpi.

Disaat AKU membutuhkanMu untuk MemandikanKu.
Janganlah menyalahkanKu, ingatkah di masa kecilMu, Bagaimana AKU dengan berbagai cara membujukMu untuk mandi.

Disaat AKU kebingungan menghadapi hal ha…

Arti Jerawat

Ini adalah pembicaraan antara seorang tante dengan dua orang keponakannya. Mereka sama-sama imut, tetapi tentu saja pengetahuan sang Tante gak seimut para keponakannya sehingga para keponakannya suka sekali bertanya pada si Tante.

Nephew1: Aunty, kok sekarang di muka Aunty ada jerawatnya?
Aunty : Iya sayang, nanti juga kalau kamu gede mungkin punya jerawat?
Nephew2: Jadi aku juga bakal punya jerawat?
Aunty : Belum tentu sayang, asal kamu rajin cuci muka dan makan makanan yang sehat.
Nephew1: Jadi Aunty malas cuci muka dong?
(tiba-tiba saudara-saudara mereka yang gak sengaja mendengarkan pun tertawa)
Aunty : Gak kok sayang, jerawat itu kan ada artinya *tetap pede dan mulai cari akal*
Nephew1 & Nephew2: Apa?
Aunty : Kalau ada jerawat di wajah artinya lagi ada yang kangen sama kita, tapi gak berani bilang kangen
Nephew1: Kalau jerawatnya banyak berarti yang kangen juga banyak?
Aunty : Iya betul, kaya aunty nih *sambil tersenyum puas*
Nephew2: Kalau gak ada jerawat?
Aunty : Ada …

Radang Tenggorokan

Jangan Abaikan Radang Tenggorokan - lifestyle.okezone.com

"And now this sore throat is killing me" itulah yang tersimpan dalam benak gue saat ini.
Betapa setiap penyakit ini datang gue merasa sangat gak nyaman. Sakit di tenggorokan yang membuat ada rasa sakit saat menelan makanan membuat nafsu makan hilang belum lagi suara yang memang jadi "soak" mebuat harus membatasai intensitas oral dalam berkoumunikasi.
Menurut artikel dalam link yang gue sisipkan dalam tulisan ini, stres dan kerja berlebihan dapat memperlemah sistem pertahanan tubuh dan memicu infeksi tenggorokan. Ya..ya...ya.. gue tahu alasan ini yang sering menjadi penyebab datangnya sakit tenggorokan yang menyebalkan ini menghampiri kehidupan gue (seperti hari ini), bahasa lainnynya "kecapean" *capek fisik dan pikiran*. Dan bukannya gue gak menyadari ketahanan tubuh gue, tapi memang aktivitas gue seringkali gak bisa berkompromi dan selalu mencuri waktu istirahat gue.

Sore throat juga dapat disebabk…

Puding Panas vs Minyak Urapan

Ini adalah apa yang saya alami dua hari lalu. Ketika saya yang baru sempat tidur sekitar 3-4 jam saja dan semangat bangun sebelum jam 7 pagi hari di akhir pekan, yang biasanya digunakan orang-orang pekerja sperti saya untuk beristiraha *baca:tidur puas aka bangun siang*.

Kenapa harus bangun pagi? Karena saya mau masak. Seperti yang sudah dijadwalkan lebih dari setengah bulan sebelumnya ini adalah tanggal dimana teman-teman saya mau berkumpul di tempat saya dan tentu salah satu menu gathering-nya adalah makan-makan.

Karena butuh proses sampai ia mengeras menjadi puding, saya telah merencanakan mengolah agar-agar menjadi chocolate pudding terlebih dahulu.
Saat pembantu di rumah masih sibuk mengepel lantai, saya sibuk sendiri dari mulai membuka kaleng susu kental, mengocok telur, dan menakar coklat bubuk dan gula, dan tentunya saja agar-agar yang semuanya "menjadi keluarga" dalam adonan puding yang dikocok-kocok di dalam panci di atas api panas. Sampai akhirnya mendidih dan say…

Selembar Kisah : Suddenly Famous

Ketika saya sedang membuka kembali Time Planner 2008 yang menjadi catatan kerja saya, tiba-tiba terbuka satu halaman catatan di belakang. Seperti tanggal yang tertera 21 Mei 2008, saat itu saya bersama seorang Klien sedang menunggu jadwal sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan *yang seperti kebiasaannya tidak bisa diprediksi mulai jam berapa walaupun sudah ditentukan pada sidang sebelumnya*. Untuk mengisi waktu, kami akhirnya sepakat untuk menyaksikan (baca:menonton) sidang di Ruang Sidang utama. Ternyata “si empunya kepentingan” cukup tersohor karena saat itu sedang sedang digugat cerai istrinya yang penyanyi dangdut, dan juga kasusnya tentang korupsi yang sedang menghangat *nasib: sudah jatuh tertimpa tangga*.
Kasus Pra Peradilan tidak banyak diketahui kalangan awam, sehingga Klien saya yang berada di sebelah bertanya dan saya (secara moral) tentu sewajarnya untuk menjawab dan menerangkan (untuk membuktikan bahwa saya adalah calon lawyer yang tahu soal Pra Peradilan dong). Dan t…