Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2014

Dini Hari

Banyak yang ingin tertidur untuk melupakan rasa sakit

Tak sedikit yang masih terjaga memikirkan kefanaan dunia

Tak terkira yang terlalu asik bermimpi
bahkan sampai tak mendengar kicauan burung
hingga tak tersilaukan terbitnya Mentari

(Jakarta, 28 Februari 2014)

On My Bed

Confusing
This feeling makes me like this
Like a child can't stop biting candies
Even sweet, it brings few bad things
Some are colorful, but will be disappear soon
For the word of love
You broke my heart but I don't care
Once, twice, hope is fallen and rose again
While ago
Tears dropped and dried on cheeks
Days by days
It goes stronger

(Jakarta, in the end day of February 13, 2014)

If I Could Make It

If I could make it
To forget you
At least, to put you out of my heart
If I could make it
What people say
"Move on!" and find another one


I tried going away
I went looking for happines
But no one understood
I smiled, I laughed


Still, I try to escape
Go finding places to be
But no one understand
I smile, I laugh
And you always walk in my mind


(Cipularang Highway, on my way back to Jakarta - February 8, 2014)

Rest in Peace, Cardo

Sore, 9 Februari 2014 - Seorang teman mengirimkan pesan instan melalui WhatsApp (WA) memberitahu kabar duka 'kepergian' seorang teman (lainnya) pagi tadi.


Ricardo Romulo Siburian, akrab dipanggil "Cardo". Sosok yang senang tertawa. Awal gue kenal di organisasi mahasiswa hukum "Permahi" sekitar tahun 2005. Kami beda universitas, tapi cukup akrab saat aktif di Permahi. Dari kegiatan kumpul-kumpul di sekretariat, jalan bareng, dan sempat ikut touring ke Puncak yang saat itu cuma dua cewek yang ikut gue dan Sukma.

Mengingat Cardo, mengingatkan gue kembali ke satu momen yang hampir ga pernah gue ingat-ingat lagi, saat Konferensi Cabang (Konfercab) DPC Permahi Jakarta. Saat itu, malam hari Cardo & Andrew naik motor dari lokasi Konfercab di Cilandak ke rumah gue di Tebet untuk mengambil sertifikat LDK dan lainnya yang menjadi syarat maju menjadi Ketua DPC. Sampai akhirnya, gue jadi satu-satunya kandidat cewek dan terpilih.

Mengapa sampai gue menuliskan kenangan b…