Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2012

Terdampar Bahagia di Surabaya Tourist Information Center

18 dan 19 September 2012 lalu, untuk ketiga kalinya saya menginjakkan kaki kembali dan menghirup udara kota Pahlawan, Surabaya. Kali ini rekan seperjalanan saya adalah Clinton, adik bungsu saya.

Surabaya seperti Jakarta di kala musim mudik lebaran, ditinggal sebagian besar penduduknya untuk mudik dan pulang kampung. Sepi.
Perjalanan dari Surabaya akan berlanjut ke Bali, dan kami belum memegang tiket transportasi umum apapun. Pesawat? Tentu saja harganya melambung tinggi. Kereta api? Ya, ini memang tujuan utama saya, mecoba KA Mutiara Timur tujuan Banyuwangi yang menyediakan fasilitas lengkap sambung bis kelas eksekutif ke Denpasar. Tapi, seperti banyak wisatawan lainnya yang kami temui di Stasiun Gubeng, bahwa peruntungan high season tidak berpihak pada kami yang mencari tiket go show.
Akhirnya, kami pun memilih perjalanan malam hari dengan bis malam. Sisa waktu di hari Minggu di Surabaya kami pakai untuk berjalan-jalan. Jalan kaki kami biasa dihabiskan dengan melalui Jalan Walikota Must…

Kata-kata

Berkata memang mudah
Lidah tak bertulang
Kucoba menimbang kata
Sebelum aku berucap

Berjanji tak usah vulgar
Hati pikiran selaras
Emosi lukisan sukma
Sebelum jiwa bertindak

(Jakarta, 25 September 2012)

Wisata Religi Surabaya

Wisata religi merupakan satu pilihan wisata yang bisa menjadi alternatif selain wisata alam, wisata museum, wisata sejarah dan wisata kuliner. 

Wisata religi sendiri tidaklah sama dengan wisata rohani. Wisata religi lebih kepada mengunjungi tempat-tempat yang berhubungan dengan suatu agama/kepercayaan untuk mengenal lebih dekat sejarah agama/kepercayaan tersebut atau sejarah yang melekat pada tempat yang dikunjungi, yang biasanya istimewa karena seni arsitektur yang unik. Berbeda dengan wisata rohani, yang umumnya mengunjungi suatu tempat atau daerah dengan tujuan memperdalam tingkat spiritual/keimanan. *CMIIW
Wisata religi bisa menjadi pilihan yang efisien karena banyak yang bisa ditemui di dalam kota, seperti rumah-rumah ibadah/sembahyang. Tidak hanya rumah ibadah, wisata religi juga bisa berupa berkunjung ke lokasi candi, arca, dan makam orang yang dipercayai punya nilai penting dalam perjalanan suatu agama/kepercayaan. 
Dua tahun lalu, sekitar pertengahan 2010 saya bersama sepuluh …

Potret

Potret, ya kata ini yang menjadi judul tulisan perjalanan saya kali ini.Berawal dari saya membuka situs Wira Nurmansyah yang saya dapat dari INDONESIAN TRAVEL BLOGGERS beberapa hari lalu. Lalu, ada apa dengan 'Potret'? Mas Wira yang hobi dan pandai "menjepret" ini dalam dua tulisannya mengusik saya soal Potret. Yang pertama, dalam tulisan "7 Tips Fotografi Perjalanan", di bagian petama tentang "Kenali dan Dekati Subjek", lalu dalam "Turnamen Foto Perjalanan - Ronde 3: Potret", pria berkacamata ini sebagai Host turnamen yang sedang berlangsung.
Singkat cerita, saya tertarik untuk mengirim satu foto untuk ikut serta Turnamen Foto Perjalanan yang informasinya dijabarkan di blog Wira, dan karena tujuan tersebut, mau tak mau saya membuka kembali folder-folder koleksi foto perjalanan yang saya miliki. Sangat sedikit yang mendekati tema Potret ini ternyata. Baiklah, Saya Lia Sirait si penikmat foto yang suka difoto dan suka (tak) malu-malu pame…

Alam Desa Lumban Lobu di Pagi Hari

Ini adalah cerita perjalanan libur lebaran tiga tahun silam. Saya bersama dengan adik saya berlibur berdua saja ke tanah nenek moyang kami di Sumatera Utara.
Dari hampir satu minggu (saja) saya di Tano Batak (Tanah Batak), saya pun sempat menginjakan kaki dan bermalam di kampung leluhur Ayah saya. Nama kampungnya Sirait Holbung, terletak di Desa Lumban Lobu.


Cerita ini mengenai suatu pagi ketika saya dan adik saya ke luar kampung bersama paman kami (abang dari ayah, yang biasa saya panggil dengan sapaan"Bapatua" -- ini sama dengan sapaan: Amangtua, jika pernah dengar).
Pagi itu cuaca tidak terlalu cerah, pagi masih cukup dingin dan Bapatua sudah bangun lebih awal dari kami para boru (sebutan untuk anak perempuan). Singkat cerita, kami diajak ziarah ke makam Kakek-Nenek kami. Sebenarnya buat saya yang suka jalan, lokasinya tidak terlalu jauh, hanya keluar kampung, menyebrang jalan dan naik ke semacam perbukitan rendah. Tapi, Bapatua tidak mau kami berlelah-lelah, kami bertiga me…

Foto Studio Mini

Siang bolong yang sedikit tertambal a.k.a jam makan siang lewat sejam,

Sambil menyelesaikan makan siang, gue cek folder-folder foto di PC kantor. Gue pun menemukan satu folder yang diberi judul "Fs", alkisah ini adalah folder untuk foto-foto yang sempat 'diselamatkan' dari Fiendster sebelum media sosial tersebut lenyap tak beredar lagi di dunia maya.
Dibalik kisah foto ini cukup seru, foto ini diambil pada zaman musim foto studio mini. 'Cara kerja'nya adalah kita masuk ke dalam ruangan kecil sambil menghadap ke cermin, kalau posisi & pose sudah pas tinggal injak/pencet, jepret! Ingat? Hahaha.. yayaya,, ini foto sekitar 9-10 tahun lalu *lihat: polos gak berdandan & gak berdosa gitu tampangnya*. Gak sampai disitu, karena suka sama foto ini, akhirnya foto yang sudah dalam bingkai gue foto cuma setengahnya, pakai kamera HP gue yang jangankan sudah 1 MP, qwerty keypad pun belum musim, gue lupa persisnya, dan si foto pun gue upload di Friendster. :))
Dengan s…