Skip to main content

Radang Tenggorokan

Jangan Abaikan Radang Tenggorokan - lifestyle.okezone.com

"And now this sore throat is killing me" itulah yang tersimpan dalam benak gue saat ini.
Betapa setiap penyakit ini datang gue merasa sangat gak nyaman. Sakit di tenggorokan yang membuat ada rasa sakit saat menelan makanan membuat nafsu makan hilang belum lagi suara yang memang jadi "soak" mebuat harus membatasai intensitas oral dalam berkoumunikasi.
Menurut artikel dalam link yang gue sisipkan dalam tulisan ini, stres dan kerja berlebihan dapat memperlemah sistem pertahanan tubuh dan memicu infeksi tenggorokan. Ya..ya...ya.. gue tahu alasan ini yang sering menjadi penyebab datangnya sakit tenggorokan yang menyebalkan ini menghampiri kehidupan gue (seperti hari ini), bahasa lainnynya "kecapean" *capek fisik dan pikiran*. Dan bukannya gue gak menyadari ketahanan tubuh gue, tapi memang aktivitas gue seringkali gak bisa berkompromi dan selalu mencuri waktu istirahat gue.

Sore throat juga dapat disebabkan kebiasaan bernapas melalui mulut, alergi, terperangkapnya benda asing seperti tulang ikan di tenggorokan, polusi udara, minuman beralkohol, atau rokok. Ya rokok, ini yang ingin gue garis bawahi, how I hate smoking. Salah satu yang juga jadi pemicu sakit ini meradang di tenggorokan gue.Ughhh... kenapa orang lain yang merokok, gue yang menuai efeknya. Ini gak adil. Dan betapa para perokok itu gak sadar, mereka pun bisa terkena "penyakit" yang sama atau yang lebih parah dari itu. Bukankah ada 10.000 racun dalam setiap batang rokok? *Kalau sudah berbicara tentang rokok, harus segera dihentikan sebelum gue melanjutkannya dengan "kuliah 2 SKS" tentang rokok!*

Dan, betapa gue juga gak suka menemui dokter saat sakit, mengingat biaya check up yang cukup meronggoh kocek :D, belum lagi harus makan obat -obatan selama beberapa hari dan banyak nasehat-nasehat (yang sebenarnya itu-itu saja) "Hindari asap rokok, hindari minuman beralkohol, es dan kopi juga istirahat yang cukup!" pasti gak jauh dari itu nasehatnya. Yaaa,, ya,,, gue begitu hafal dengan larangan-larangan tersebut ditambah satu hal lagi; "Jangan terlalu banyak bicara!". Dan yang paling sulit dihindari adalah stop talking dan berhenti mengkonsumsi kopi. How I am addicted to these things :(.

Satu yang ingin gue teriakkan saat ini adalah; "Pergilah kau radang tenggorokan!!!!".

Comments

Popular posts from this blog

Saya Enggan Berbelanja di Qoo10 (Indonesia), Meski Tampak Menggiurkan

Awalnya adalah ketika kemarin (kalau tidak salah) melalui halaman iklan di yahoo saya tertarik dengan penawaran atas produk kosmetik ternama yang turun harga hingga sekitar 80% dari Qoo10Akhirnya, saya pun segera mendaftarkan email saya agar tergabung dengan penyedia fasilitas belanja online tersebut. 
Saya sempatkan untuk melihat produk-produk lain yang ditawarkan, sambil saya pun mencari tahu tentang produk yang saya mau beli tersebut melalui bantuanUncle Google . Saya tertarik dengan satu produk fashion dengan merek ternama yang juga ditawarkan. Pada akhir keputusan saya pun batal memesan kedua produk yang awalnya membuat saya hampir saja memboroskan uang saya untuk produk yang "meragukan". Hari ini, saya semakin dibuat tidak simpati/ tidak suka dengan toko online Qooo10 Indonesia karena menjual produk yang menurut pengetahuan saya adalah produk berbahaya bagi kesehatan.
Baiklah, hanya sekedar berbagi pengalaman dan pengetahuan pribadi saya dan tanpa bermaksud merusak nam…

Langsing Dengan Sibutramine

Ini adalah berita bagi yang ingin berdiet dengan suplemen atau obat pelangsing. Berat badan saya naik sekitar 10 kilogram, dan sampai tulisan ini saya buat memang saya belum mencoba obat pelangsing apapun. Alasan pertama pada umumnya obat diet menganjurkan agar kita melakukan diet (diet yang benar adalah mengatur pola makan bukan tidak makan), dan biasanya harus disertai olah raga. Masalahnya, saya sulit mengatur pola makan. Yang lebih sulit adalah mengatur menu makanan yang dianjurkan apalagi dengan harus menghitung-hitung jumlah kalori, protein dan sebagainya dari makanan yang kita konsumsi. Berolah raga sendiri agak sulit bagi saya karena waktu yang sebagian besar saya habiskan untuk pekerjaan kantor dan aktivitas sehabis kantor, belum lagi waktu yang harus dilalui bersama kemacetan Jakarta. Terus terang, dengan waktu tidur yang sempit rasanya saya tidak rela harus bangun pagi dan meninggalkan sisa-sisa waktu tidur sebelum langit terang. Satu lagi bahwa tidur itu penting.

Namun, sa…

Tante vs Bibi

Pagi ini karena mengomentari status (facebook) seorang teman, akhirnya terpikir untuk menulis lagi di blog dengan topik terkait. Sederhana sih, hanya pendapat mengenai perbedaan konotasi panggilan “Om” dan “Paman” meskipun pada pokoknya memiliki pengertian yang sama.

Dan berikut adalah tanggapan pribadi saya yang kira-kira menjabarkan kalimat panjang saya di kolom komentar status facebook sang teman. Terkait dengan saya, tema berubah menjadi “Tante vs Bibi”
Tante Saya agak keberatan dipanggil "Tante" oleh para keponakan, dan sebagian besar dari mereka  menyapa saya dengan panggilan awal "Aunty" khusus untuk 'Aunty Lia' di keluarga besar. Bukan bermaksud ke-bule2-an, tapi saya  ogah dikira atau merasa panggilan itu konotasi kuat pada istilah “tante (girang) dan panggilan "tante" mengingatkan saya pada teman-teman Ibu saya atau pun orangtua  teman-teman saya... yang saya panggil “tante”). Argh..saya tidak mau disamakan dengan orang setua mereka hehehe…