Skip to main content

Berwisata dan 'narsis' di Lawang Sewu

Jika mendengar 'Lawang Sewu' pasti yang terlintas adalah sebuah gedung tua yang menyeramkan, mengingat sejarah yang terkait dengan tempat tersebut.

Namun, jangan salah, terutama di siang hari yang cerah, Lawang Sewu yang merupakan salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi ini, merupakan tempat menarik bagi mereka yang suka foto. Bagi mereka yang bisa dikatakan 'narsis', berfoto di Lawang Sewu merupakan pilihan lokasi yang menawarkan latar belakang yang menarik, bergaya mistis ataupun vintage.

Karena itu Lawang Sewu merupakan tempat wisata sejarah yang diminati baik oleh warga lokal Semarang dan sekitarnya, juga wisatawan dalam dan luar negeri. Hanya dengan membayar retribusi beberapa ribu rupiah saja kita bisa memasuki kawasan Halaman dan gedung Lawang Sewu, termasuk bawah tanahnya.

Alkisah, pada suatu hari Minggu yang cerah, saya bersama teman-teman yang datang dari macam-macam kota habis menghadiri acara resepsi pernikahan berwisata ke Lawang Sewu. Kami pun harus berebut 'lahan/lokasi foto' dengan pengunjung yang cukup ramai saat itu. Oleh-olehnya
foto diri dengan latar belakang dalam gedung Lawang Sewu hasil jepret teman-teman dengan kamera saku yang diset otomatis dan 'diutak-atik' oleh saya sendiri.







Comments

Popular posts from this blog

Saya Enggan Berbelanja di Qoo10 (Indonesia), Meski Tampak Menggiurkan

Awalnya adalah ketika kemarin (kalau tidak salah) melalui halaman iklan di yahoo saya tertarik dengan penawaran atas produk kosmetik ternama yang turun harga hingga sekitar 80% dari Qoo10. Akhirnya, saya pun segera mendaftarkan email saya agar tergabung dengan penyedia fasilitas belanja online tersebut. 
Saya sempatkan untuk melihat produk-produk lain yang ditawarkan, sambil saya pun mencari tahu tentang produk yang saya mau beli tersebut melalui bantuanUncle Google . Saya tertarik dengan satu produk fashion dengan merek ternama yang juga ditawarkan. Pada akhir keputusan saya pun batal memesan kedua produk yang awalnya membuat saya hampir saja memboroskan uang saya untuk produk yang "meragukan". Hari ini, saya semakin dibuat tidak simpati/ tidak suka dengan toko online Qooo10 Indonesia karena menjual produk yang menurut pengetahuan saya adalah produk berbahaya bagi kesehatan.
Baiklah, hanya sekedar berbagi pengalaman dan pengetahuan pribadi saya dan tanpa bermaksud merusak nam…

Langsing Dengan Sibutramine

Ini adalah berita bagi yang ingin berdiet dengan suplemen atau obat pelangsing. Berat badan saya naik sekitar 10 kilogram, dan sampai tulisan ini saya buat memang saya belum mencoba obat pelangsing apapun. Alasan pertama pada umumnya obat diet menganjurkan agar kita melakukan diet (diet yang benar adalah mengatur pola makan bukan tidak makan), dan biasanya harus disertai olah raga. Masalahnya, saya sulit mengatur pola makan. Yang lebih sulit adalah mengatur menu makanan yang dianjurkan apalagi dengan harus menghitung-hitung jumlah kalori, protein dan sebagainya dari makanan yang kita konsumsi. Berolah raga sendiri agak sulit bagi saya karena waktu yang sebagian besar saya habiskan untuk pekerjaan kantor dan aktivitas sehabis kantor, belum lagi waktu yang harus dilalui bersama kemacetan Jakarta. Terus terang, dengan waktu tidur yang sempit rasanya saya tidak rela harus bangun pagi dan meninggalkan sisa-sisa waktu tidur sebelum langit terang. Satu lagi bahwa tidur itu penting.

Namun, sa…

Tante vs Bibi

Pagi ini karena mengomentari status (facebook) seorang teman, akhirnya terpikir untuk menulis lagi di blog dengan topik terkait. Sederhana sih, hanya pendapat mengenai perbedaan konotasi panggilan “Om” dan “Paman” meskipun pada pokoknya memiliki pengertian yang sama.

Dan berikut adalah tanggapan pribadi saya yang kira-kira menjabarkan kalimat panjang saya di kolom komentar status facebook sang teman. Terkait dengan saya, tema berubah menjadi “Tante vs Bibi”
Tante Saya agak keberatan dipanggil "Tante" oleh para keponakan, dan sebagian besar dari mereka  menyapa saya dengan panggilan awal "Aunty" khusus untuk 'Aunty Lia' di keluarga besar. Bukan bermaksud ke-bule2-an, tapi saya  ogah dikira atau merasa panggilan itu konotasi kuat pada istilah “tante (girang) dan panggilan "tante" mengingatkan saya pada teman-teman Ibu saya atau pun orangtua  teman-teman saya... yang saya panggil “tante”). Argh..saya tidak mau disamakan dengan orang setua mereka hehehe…