Skip to main content

212 ("Wiro Sableng")

It's April Mop!. Hmmm.. masih ramai gak sih orang-orang yang heboh dengan "permainan" di tanggal 1 April ini? Well,acctualy it's fun, tapi sejauh "kebodohan/kekonyolan" gak berubah jadi "benar-benar bodoh/konyol".

Ini pengalaman beberapa tahun lalu (2004/2005), waktu gue masih jadi mahasiswi aktif, kreatif dan lincah *duh memang sekarang gak lagi, ya?*. Hari itu semua teman-teman seperjuangan di "Moot Court Team" baru saja dengan senangnya menarik perhatian setidaknya "anak-anak hukum" di kampus mengenakan Polo shirt baru yang dipesan khusus dengan uang hasil kemenangan "Kompetisi Peradilan Semu". Berpose di berbagai sudut kampus, sambil tertawa-tiwi sampai hampir senja di kampus.

Dan, ketika masing-masing dari kami mungkin baru saja sampai rumah dan selonjoran, tiba-tiba ringtone HP menjadi alat kejutan karena mengabarkan salah satu teman kecelakaan saat turun dari bis sepulang dari kampus.

Tentu saja itu mengagetkan, baru saja di kampus kita penuh canda *dan terpikirkan itu jadi saat terakhir kami bersua*. Jaringan komunikasi antar teman pun semakin heboh, dengan "kabar buruk" yang semakin "menjadi-jadi". Katanya, sang teman yang tertabrak itu kritis, dan berita itu kita anggap akurat karena sumber informasinya adalah Tantenya yang berhasil dihubungi salah satu teman lainnya.

Kamar 212, dan rumah sakitnya cukup dekat dengan rumah gue karena menurut informasi kecelakaannya pun terjadi di daerah yang letaknya sekitar rumah sakit tersebut. Cukup masuk akal memang. Akhirnya, walaupun itu sudah cukup malam, akhirnya gue dengan seorang teman baik yang kebetulan tinggal di satu wilayah, menunggu jemputan satu teman yang kebetulan cowok (secara udah malem gethoo..). Grogol-Tebet, jarak yang gak dekatlah, untuk "perjuangan" menjemput gue dan teman gue terus ke rumah sakit.

Semua teman-teman titip salam, dan sampai ada yang mengajak "Doa Angkasa" tengah malam. Kita bertiga benar-benar perwakilan yang ditunggu-tunggu kabarnya. Sampai rumah sakit, tanpa basa-basi menuju lantai 2 (ya, logikanya penomoran ruangan gedung, angka depan adalah tanda lantai tersebut). Tapi, gak mudah menemukannya, sampai kita sempat bertanya-tanya. Ternyata kamar 212 ("Wiro Sableng") itu adalah kamar Ibu yang habis bersalin. Masih dengan niat tulus, komunikasi dengan teman-teman lain yang masih berlanjut kita mendesak cek ulang ruang dan konfirmasi lagi pada keluarga si teman. Sampai, akhirnya kami sadar ini adalah "kebodohan" 1 April.

Gue (khususnya) gak merasa jengkel kalau hanya sekedar terkena kejahilan April Fools, tapi tolong jangan bawa-bawa nyawa! Gak lucu! Serius, ini gak lucu. Nyawa bukan "alat" untuk "bermain"! Gue hanya berfikir, Oh GOD,, I have lovely friends.. Semua heboh ketika dengar berita ini. Sampai gue dan dua teman gue mewakili mereka untuk lihat kondisi, dan mereka siap-siap menyusul kalau "memang kritis", belum lagi ada yang sampai sibuk mengirim pesan untuk "Doa Angkasa". "Please!".

Saat itu, ketika tersadar gue dan dua teman gue cuma bisa menghela nafas. Seharusnya bersyukur sih itu hanya "candaan" karena artinya, "si teman" baik-baik saja. Tapi, di sisi lain tentu saja kecewa, sama kecewanya dengan teman-teman lainnya yang sedang menunggu kabar.

Gak ada yang terfikir itu adalah bagian dari April Fools, di malam hari itu (karena orang akan begitu heboh dengan kebodohan April tentunya sudah sejak pagi hari). Belum lagi skenario semakin yahud dengan bantuan "sang tante" (masa sih orang tua? *karena kita berfikir orangtua = arif/bijaksana).

Jarak, pulsa GSM (saat itu belum musim CDMA dan kita mahasiswa lho), rasa lelah, bukan masalah untuk seorang teman. Hikmah yang baik.

Untuk beberapa saat, sempat terjadi ketegangan antar teman. Walupun sudah meminta maaf, yang namanya kecewa butuh waktu untuk dipulihkan ke keadaan semula. Tapi, kita tetap berteman sampai saat ini. Semoga bisa jadi cerita untuk hari tua. Bukan keberhasilan ngerjain teman, tapi betapa harus bersyukur punya teman-teman yang tulus dan perhatian.

HAPPY APRIL FOOLS' DAY *haha.. kok kaya janggal?*, yayaya.. selamat ber-April Mop-ria deh bagi yang masih "terjerembab" di dunia tersebut :D.

Comments

  1. kl bg saya, satu april adl tanggal lahir ayah. dan jika masih hidup, hari ini ia akan berumur limapuluhlima tahun...

    hopefuly, god will take a good care of him

    salam kenal yah ;)

    ReplyDelete
  2. Dear Eka, Happy Birthday to your father,,, cuz I'm sure that God does a good care of him every day.. (not only on April 1st)

    salam balik ;)

    ReplyDelete
  3. Mengisnpirasi karya fiksi mini: http://jejakubikel.com/2011/01/04/212/

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Saya Enggan Berbelanja di Qoo10 (Indonesia), Meski Tampak Menggiurkan

Awalnya adalah ketika kemarin (kalau tidak salah) melalui halaman iklan di yahoo saya tertarik dengan penawaran atas produk kosmetik ternama yang turun harga hingga sekitar 80% dari Qoo10. Akhirnya, saya pun segera mendaftarkan email saya agar tergabung dengan penyedia fasilitas belanja online tersebut. 
Saya sempatkan untuk melihat produk-produk lain yang ditawarkan, sambil saya pun mencari tahu tentang produk yang saya mau beli tersebut melalui bantuanUncle Google . Saya tertarik dengan satu produk fashion dengan merek ternama yang juga ditawarkan. Pada akhir keputusan saya pun batal memesan kedua produk yang awalnya membuat saya hampir saja memboroskan uang saya untuk produk yang "meragukan". Hari ini, saya semakin dibuat tidak simpati/ tidak suka dengan toko online Qooo10 Indonesia karena menjual produk yang menurut pengetahuan saya adalah produk berbahaya bagi kesehatan.
Baiklah, hanya sekedar berbagi pengalaman dan pengetahuan pribadi saya dan tanpa bermaksud merusak nam…

Langsing Dengan Sibutramine

Ini adalah berita bagi yang ingin berdiet dengan suplemen atau obat pelangsing. Berat badan saya naik sekitar 10 kilogram, dan sampai tulisan ini saya buat memang saya belum mencoba obat pelangsing apapun. Alasan pertama pada umumnya obat diet menganjurkan agar kita melakukan diet (diet yang benar adalah mengatur pola makan bukan tidak makan), dan biasanya harus disertai olah raga. Masalahnya, saya sulit mengatur pola makan. Yang lebih sulit adalah mengatur menu makanan yang dianjurkan apalagi dengan harus menghitung-hitung jumlah kalori, protein dan sebagainya dari makanan yang kita konsumsi. Berolah raga sendiri agak sulit bagi saya karena waktu yang sebagian besar saya habiskan untuk pekerjaan kantor dan aktivitas sehabis kantor, belum lagi waktu yang harus dilalui bersama kemacetan Jakarta. Terus terang, dengan waktu tidur yang sempit rasanya saya tidak rela harus bangun pagi dan meninggalkan sisa-sisa waktu tidur sebelum langit terang. Satu lagi bahwa tidur itu penting.

Namun, sa…

Tante vs Bibi

Pagi ini karena mengomentari status (facebook) seorang teman, akhirnya terpikir untuk menulis lagi di blog dengan topik terkait. Sederhana sih, hanya pendapat mengenai perbedaan konotasi panggilan “Om” dan “Paman” meskipun pada pokoknya memiliki pengertian yang sama.

Dan berikut adalah tanggapan pribadi saya yang kira-kira menjabarkan kalimat panjang saya di kolom komentar status facebook sang teman. Terkait dengan saya, tema berubah menjadi “Tante vs Bibi”
Tante Saya agak keberatan dipanggil "Tante" oleh para keponakan, dan sebagian besar dari mereka  menyapa saya dengan panggilan awal "Aunty" khusus untuk 'Aunty Lia' di keluarga besar. Bukan bermaksud ke-bule2-an, tapi saya  ogah dikira atau merasa panggilan itu konotasi kuat pada istilah “tante (girang) dan panggilan "tante" mengingatkan saya pada teman-teman Ibu saya atau pun orangtua  teman-teman saya... yang saya panggil “tante”). Argh..saya tidak mau disamakan dengan orang setua mereka hehehe…