Sunday, May 9, 2010

BBM




BBM or BlackBerry Messenger adalah salah satu fasilitas instant message (IM) yang bisa digunakan oleh sesama pengguna BlackBerry (BB). Fungsinya (hampir)sama dengan macam-macam IM lainnya seperti Yahoo Messenger (YM), google talk (gtalk), yang paling tidak selain untuk berkirim IM (chatting), fasilitas conference, fungsi lainnya adalah untuk mengirim file dengan instant juga (misalnya: foto).

Untuk bisa berkirim BBM antara yang "berelasi" harus saling terhubung dengan mengundang terlebih dahulu menggunakan PIN BB masing-masing. Dan jadilah pertanyaan :"Berapa no PIN BB-nya?" jadi pertanyaan "wajib" bila mengetahui kolega/kerabat kita sama-sama menggunakan BB. Atau bahkan ada yang dengan tanggap diri "mengumumkan PIN BB-nya" baik lewat sms, email, Facebook ataupun sarana lainnya.

Berbeda dengan gue yang bahkan gak perlu bilang-bilang saat pertama kali punya BB. Melalui private message gue kasih PIN BB hanya untuk beberapa orang terdekat. BBM isn't my priority dari menggunakan BB.

Tapi seringkali orang tidak mengerti otortitas si pemilik BB untuk memilih kepada siapa ia memberikan PIN BB-nya. Bukan karena sombong atau tidak mau berteman. Perlu dicatat bahwa gue bukan satu-satunya orang yang melakukan hal ini.

Teman adalah "investasi masa depan", tapi teman seperti apa dulu? Apakah ketika gue gak berteman dalam daftar contact di BBM tool kita, lalu akan membatasi pertemanan? Bagaimana kalau gue gak punya BB apakah kita tidak berteman? Karena ketika kita ingin berkomunikasi, BBM bukan satu-satunya sarana untuk menghubungkan. Bisa saja besok-besok gue gak pake BB lagi dan apakah secara otomatis gue lalu kehilangan teman-teman dalam "contact" gue? Jawabannya TIDAK, masih ada sarana lain yang bisa menghubungkan.

Untuk gue, BBM hanyalah sarana yang memudahkan gue untuk berhubungan dengan orang-orang "istimewa" di sekitar gue yang juga menggunakan BB. Jadi BBM adalah "cara istimewa" yang gue berikan untuk "orang-orang istimewa" sebagai satu bentuk penghargaan gue terhadap mereka.

Tidak memberikan PIN BB gue kepada semua teman pengguna BB bukan berarti gue "membuang" mereka karena gue masih bisa dengan senang hati membalas setiap sms mereka, mengangkat pangggilan telp mereka atau chatting melalui layanan IM dan menanggapi email-email mereka.

Tidak ada alasan pemutus rejeki atau pemutus pertemanan hanya karena gak berteman di daftar kontak BBM kita. Hanya pemikiran dangkal saja yang menyimpulkan demikian. Gue selalu berusaha mengerti "prinsip" orang, dan gue harap orang pun mengerti akan "prinsip" guna BBM ini bagi gue. Saling menghormati tetap jadi pedoman berelasi bukan justifikasi.

No comments:

Post a Comment