Skip to main content

BBM




BBM or BlackBerry Messenger adalah salah satu fasilitas instant message (IM) yang bisa digunakan oleh sesama pengguna BlackBerry (BB). Fungsinya (hampir)sama dengan macam-macam IM lainnya seperti Yahoo Messenger (YM), google talk (gtalk), yang paling tidak selain untuk berkirim IM (chatting), fasilitas conference, fungsi lainnya adalah untuk mengirim file dengan instant juga (misalnya: foto).

Untuk bisa berkirim BBM antara yang "berelasi" harus saling terhubung dengan mengundang terlebih dahulu menggunakan PIN BB masing-masing. Dan jadilah pertanyaan :"Berapa no PIN BB-nya?" jadi pertanyaan "wajib" bila mengetahui kolega/kerabat kita sama-sama menggunakan BB. Atau bahkan ada yang dengan tanggap diri "mengumumkan PIN BB-nya" baik lewat sms, email, Facebook ataupun sarana lainnya.

Berbeda dengan gue yang bahkan gak perlu bilang-bilang saat pertama kali punya BB. Melalui private message gue kasih PIN BB hanya untuk beberapa orang terdekat. BBM isn't my priority dari menggunakan BB.

Tapi seringkali orang tidak mengerti otortitas si pemilik BB untuk memilih kepada siapa ia memberikan PIN BB-nya. Bukan karena sombong atau tidak mau berteman. Perlu dicatat bahwa gue bukan satu-satunya orang yang melakukan hal ini.

Teman adalah "investasi masa depan", tapi teman seperti apa dulu? Apakah ketika gue gak berteman dalam daftar contact di BBM tool kita, lalu akan membatasi pertemanan? Bagaimana kalau gue gak punya BB apakah kita tidak berteman? Karena ketika kita ingin berkomunikasi, BBM bukan satu-satunya sarana untuk menghubungkan. Bisa saja besok-besok gue gak pake BB lagi dan apakah secara otomatis gue lalu kehilangan teman-teman dalam "contact" gue? Jawabannya TIDAK, masih ada sarana lain yang bisa menghubungkan.

Untuk gue, BBM hanyalah sarana yang memudahkan gue untuk berhubungan dengan orang-orang "istimewa" di sekitar gue yang juga menggunakan BB. Jadi BBM adalah "cara istimewa" yang gue berikan untuk "orang-orang istimewa" sebagai satu bentuk penghargaan gue terhadap mereka.

Tidak memberikan PIN BB gue kepada semua teman pengguna BB bukan berarti gue "membuang" mereka karena gue masih bisa dengan senang hati membalas setiap sms mereka, mengangkat pangggilan telp mereka atau chatting melalui layanan IM dan menanggapi email-email mereka.

Tidak ada alasan pemutus rejeki atau pemutus pertemanan hanya karena gak berteman di daftar kontak BBM kita. Hanya pemikiran dangkal saja yang menyimpulkan demikian. Gue selalu berusaha mengerti "prinsip" orang, dan gue harap orang pun mengerti akan "prinsip" guna BBM ini bagi gue. Saling menghormati tetap jadi pedoman berelasi bukan justifikasi.

Comments

Popular posts from this blog

Saya Enggan Berbelanja di Qoo10 (Indonesia), Meski Tampak Menggiurkan

Awalnya adalah ketika kemarin (kalau tidak salah) melalui halaman iklan di yahoo saya tertarik dengan penawaran atas produk kosmetik ternama yang turun harga hingga sekitar 80% dari Qoo10. Akhirnya, saya pun segera mendaftarkan email saya agar tergabung dengan penyedia fasilitas belanja online tersebut. 
Saya sempatkan untuk melihat produk-produk lain yang ditawarkan, sambil saya pun mencari tahu tentang produk yang saya mau beli tersebut melalui bantuanUncle Google . Saya tertarik dengan satu produk fashion dengan merek ternama yang juga ditawarkan. Pada akhir keputusan saya pun batal memesan kedua produk yang awalnya membuat saya hampir saja memboroskan uang saya untuk produk yang "meragukan". Hari ini, saya semakin dibuat tidak simpati/ tidak suka dengan toko online Qooo10 Indonesia karena menjual produk yang menurut pengetahuan saya adalah produk berbahaya bagi kesehatan.
Baiklah, hanya sekedar berbagi pengalaman dan pengetahuan pribadi saya dan tanpa bermaksud merusak nam…

Langsing Dengan Sibutramine

Ini adalah berita bagi yang ingin berdiet dengan suplemen atau obat pelangsing. Berat badan saya naik sekitar 10 kilogram, dan sampai tulisan ini saya buat memang saya belum mencoba obat pelangsing apapun. Alasan pertama pada umumnya obat diet menganjurkan agar kita melakukan diet (diet yang benar adalah mengatur pola makan bukan tidak makan), dan biasanya harus disertai olah raga. Masalahnya, saya sulit mengatur pola makan. Yang lebih sulit adalah mengatur menu makanan yang dianjurkan apalagi dengan harus menghitung-hitung jumlah kalori, protein dan sebagainya dari makanan yang kita konsumsi. Berolah raga sendiri agak sulit bagi saya karena waktu yang sebagian besar saya habiskan untuk pekerjaan kantor dan aktivitas sehabis kantor, belum lagi waktu yang harus dilalui bersama kemacetan Jakarta. Terus terang, dengan waktu tidur yang sempit rasanya saya tidak rela harus bangun pagi dan meninggalkan sisa-sisa waktu tidur sebelum langit terang. Satu lagi bahwa tidur itu penting.

Namun, sa…

Tante vs Bibi

Pagi ini karena mengomentari status (facebook) seorang teman, akhirnya terpikir untuk menulis lagi di blog dengan topik terkait. Sederhana sih, hanya pendapat mengenai perbedaan konotasi panggilan “Om” dan “Paman” meskipun pada pokoknya memiliki pengertian yang sama.

Dan berikut adalah tanggapan pribadi saya yang kira-kira menjabarkan kalimat panjang saya di kolom komentar status facebook sang teman. Terkait dengan saya, tema berubah menjadi “Tante vs Bibi”
Tante Saya agak keberatan dipanggil "Tante" oleh para keponakan, dan sebagian besar dari mereka  menyapa saya dengan panggilan awal "Aunty" khusus untuk 'Aunty Lia' di keluarga besar. Bukan bermaksud ke-bule2-an, tapi saya  ogah dikira atau merasa panggilan itu konotasi kuat pada istilah “tante (girang) dan panggilan "tante" mengingatkan saya pada teman-teman Ibu saya atau pun orangtua  teman-teman saya... yang saya panggil “tante”). Argh..saya tidak mau disamakan dengan orang setua mereka hehehe…