Where is the Peace?

Ini adalah tulisan yang saya tulis ketika dalam masa "Secret Trip" di Wakatobi. Saat itu sekitar akhir Mei atau awal Juni, tepatnya saya sedang berada di Pulau Tomya. Di mana saya berada saat itu, listrik hanya menyala 12 jam setiap harinya, dan hampir tidak pernah menonton berita di televisi. Tapi dari berita-berita yang berkembang di internet yang saya akses melalui smartphone saya, saya sedikit tahu mengenai serangan Israel ke Kapal Sukarelawan untuk Palestina. Tanpa mencari informasi lebih lanjut, saya yang begah dengan peperangan apalagi selalu mengkait-kaitkan agama/kepercayaan atau Tuhan. Faktanya, isunya selalu berkembang ke arah itu.

Ya saya tidak bilang kalau yang saya tuliskan adalah benar, tapi ini adalah kata hati saya saat itu. Keinginan "orang kecil" dengan "harapan besar" untuk suatu kedamaian. Saya kirim via email tanpa memunculkan nama penerima, namun saya terima setiap balasannya baik yang kontra ataupun sepakat dan mendukung tulisan saya.

Dan, inilah tulisan saya dengan ejaan bebas:

“If there's only one GOD, Why do people have to hate each other just because they call GOD with different names ??"

Temans, gw lg jauh dr "peradaban" tapi berita serangan Israel (yg walopun gak t'lalu detail gw dpt) cukup m'ngusik. Isu yg muncul selalu b'kembang n b'ujung ke p'bedaan agama, konflik rasial, n selalu "sensitif"..

Mau dbawa kemana dunia ini? Ya mmg tanda2 kiamat sdh dkt lg melanda, bencana n peperangan di b'bagai b'lahan dunia. Jika bencana (yg slain krn kehendak Tuhan n p'putaran bumi) hampir gak bs kita elakan tp apakah kt akan n ingin jd bagian dr peperangan yg hanya menyisakan tangis n sedih (disamping geram) - percayalah walau ada pihak yg t'tawa itu takkan abadi-.

Walopun kita hanya bagian yg sgt2 kecil di bumi RI, tp kita bs jd bagian kecil yg msh mau m'pertahankan kedamaian stdknya di negeri sendiri. Menyadarkan sodara2 tdkt kt yg b'konflik bhw sgala bentuk kekerasan tdk m'nyelesaikan masalah. Dan yg plg sederhana m'doakan negeri ini. Kadang gw b'pikir, andai gw bs b'buat lbh, tp b'buat lbh bgmn? Gw bukan siapa2. Tp hal plg sederhana yg bs gw lakukan b'doa n b'tindak dr hal2 kecil. Berusaha m'nyayangi sesama b'awal dr keluarga n tmn2 t'dekat. Msh ada d sekitar kt yg msh punya kepahitan bhkn t'hadap kluarganya sendiri ato tmn2nya. Hasilnya kt b'perang dgn diri sendiri kemudian m'nyulut k'bencian pribadi bhkn b'kembang jd kebencian komunitas, yg suatu hari bs meledak n b'resiko m'matikan diri sendiri. Kita punya TUHAN, bs b'serah pd Tuhan kita. Meski kita m'nyebutnya dgn istilah/nama yg b'beda2 tp tak satupun dr "Tuhan" kita yg menyukai suatu peperangan.

Mgkn yg gw tulis agak simpang siur, mgkn jg ini hanya tulisan yg dibaca sekilas, ato bahkan ga diharapkan. Tp gw ingin bicara, ya inilah jalan yg gw pilih saat ini. We aren't angels, but we don't have to be demons too,, We don't have UNO's power but we can be one of de peace keeper, n I know for sure even we call our GOD in different names but there's no GOD like to see His people in war.

Peace, love n Gbu
LIA

Comments

Popular Posts