Skip to main content

Khayalan Bajaj dan Pangeran William

Pagi ini gue berangkat ke kantor naik bajaj, tumben2an deh gak pake nawar si Bapak tukang bajaj ini dengan sendirinya menyebutkan angka standar yang gue tetapkan dari rumah ke kantor.


Pas di Jalan Minangkabau, tukang bajajnya minta ijin buat isi bensin ya gue ijinkan dong karena  1) dia kasih harga yang sesuai tanpa "ngotot2an", 2) daripada mogok di jalan.
Dan perjalanan naik bajaj yang biasanya gue isi dengan sibuk nge-tweet, kali ini malah berkhayal.


Berkhayal bukan perbuatan dosa kok, ketika itu membahagiakan kita kan malah bikin mood jadi bagus. Tapi tenang saja, kali ini khayalan gue gak melibatkan suami orang, soal selingkuh atau kriminal.


Gara2 semalam baca berita soal Pangeran William melamar tunangannya di suatu gubuk, dan pagi ini baca pengumuman tanggal pernikahan mereka yakni 29 april 2011 mendatang jadinya kepikiran terus sama Akang Wills alias William (gak harus pake Pangeran/Prince kan?).  


Dulu pas masih jadi anak SMP /dan SMA gw ngefans banget sama anak sulung dari pasangan Prince Charles dan Lady Di ini. Cewek2 lain di dunia ini juga banyak yang kagum dan menggilai pastinya. Tapi untuk cowok yang satu ini daya khayal dan daya ngarep  gue rendah. Paling gak ketika gue tau dari majalah kalo dia ngefans sama Cindy Crawford gue gak pernah berharap ada di hatinya. Aiyaaaah, emang gak pernah kepikiran kok jadi ceweknya dia. William suka Cindy katanya (yang tertulis di majalah tsb) karena dia suka wanita berambut pirang, terus Cindy kan pragawati ternama di jamannya, tinggi, bule dan cantik gitu, dan gue langsung sadar itu bukan penampilan fisik gue sama sekali. Tapi sekali lagi gue ingatkan, gue gak pernah berkhayal jadi ceweknya tuh Pangeran.


Oh iya, kenapa gue suka sama dia dulu di antara banyak selebriti dan pesohor dunia lainnya yang gak kalah ganteng ya karena suka pada pandangan pertama. Ahahaha.. intinya sih tiba2 jatuh hati. Dulu teman2 sekolah gue tahu kok kalo gue ngefans sama 2 cowok pesohor dunia Leonardo DiCaprio dan Prince William Arthur Philip Louis of Wales. Untuk Leo pertama kali suka karena aktingnya di Romeo & Juliet dan betapa namanya di-sebut2 di majalah remaja, dan William hmm.. entahlah pas baca profil soal Lady Di kali ya gue lupa persisnya tapi kontribusi si majalah remaja itu pasti sangat besar. Tapi saat ini untuk Leo gue cuma suka film-film dan aktingnya saja. Untuk William masih suka kok tapi gak banget2.


Kelanjutan dari seorang Lia yang remaja suka William, saat itu tentu saja koleksi artikel2 dan pin-up dari majalah-majalah, tabloid dan sebagainya. Kalo saja pas gue SMP akses internet udah spt skrg pasti gue udah print semua image yang ada foto cute-nya William kayanya hehehe.. Gue juga memakai tgl lahirnya buat no PIN kartu ATM hahaha.. Tapi udah gak lagi kok, toh kartu ATM itu udah keblokir.


Kenapa suka William? Selain karena memang ganteng, katanya dia juga mewarisi sifat2 asih dan peduli seperti Ibunya. Cowok2 yang berjiwa sosial biasanya mampu mencuri perhatian gue. Selain itu dia suka alam. Dia pernah mendaki gunung dengan tunawisma tahun 2009 lalu. Gue juga suka cowok yang suka olah raga dan doi suka sepak bola. Terus, gue juga pernah baca soal William tes ambil SIM, wow di Indonesia apakah anak petinggi/penguasa juga pake tes2 begini untuk dapat SIM? Nilai plus satu lagi, William jadi pilot RAF. Kurang apa ya kalo di-pikir2 udah Pangeran, kaya, pinter, ganteng, berjiwa sosial. Satu2nya nilai minus William yang gue dapat ya soal "gosip" perselingkuhannya yang sempat bikin dia batal tunangan.


Dan kembali topik khayalan di dalam bajaj, tiba2 aja gue terpikir berkenalan dengan William di suatu tempat (skenario persisnya ya biar Tuhan yang atur *lho*), dilanjutkan dengan ngobrol bareng dan kami menjadi akrab. Terus, gue berkhayal memikat hatinya dan pertunangannya batal gitu? TIDAK oh tentu tidak! Memikat hati sih harusnya, tapi sebagai teman. Gue berpikir William yang bangsawan itu berkenan jadi teman gue dan tanpa di-sangka2 dia kirim wedding invitation. Bukan hanya itu bahkan dia mengutus orang dari British Consulate General atau British Embassy untuk menyampaikan tiket PP Jakarta-London-Jakarta, trs gue dijemput sebagai tamu khusus di negeri Big Ben itu terus dibawa ke perancang ternama yang udah menyiapkan gaun untuk menghadiri Royal wedding of Wills-Kate, di-make over, disiapkan mobil khusus (ada kelanjutannya sih, tapi gue cukupkan saja), dan tiba-tiba dunia bertanya "Siapakah Lia Sirait?" -> paling tidak Indonesia menyorot hahahaha.. . Terus pada akhirnya gue bicara bahwa William dan gue juga semua orang di dunia ini hakikatnya sama, di mata Tuhan kita cuma manusia  bisa sakit, senyum, bahagia. Kaya atau miskin bukan jurang pemisah, berteman bisa dengan siapa saja terbukti seorang Lia yang bukan siapa2 dari Asia Tenggara bisa berteman dengan seorang Pangeran di Eropa. Dan kalo orang ingin mengkategorikan ini soal keberuntungan, artinya setiap orang bisa beruntung kok.Tapi dengan sadar gue mengakhiri lamunan bahwa itu cuma KHAYALAN.


Kalo mimpi bisa jadi kenyataan, apakah khayalan masuk kategori mimpi tersebut? Yang pasti selama gak mengganggu kehidupan orang disekitar kita (maksudnya berkhayal di waktu yang salah - pas kerja contohnya), mengkhayal itu masuk kategori positif jauh lebih baik daripaada bergosip miring tentang orang, berfikir untuk jahat sama orang atau memikirkan hal2 menyedihkan yang cuma bikin terpuruk. Thanks to Pak Supir Bajaj yang mengemudi dengan baik sampe gue bisa menikmati khayalan.



Comments

Popular posts from this blog

Saya Enggan Berbelanja di Qoo10 (Indonesia), Meski Tampak Menggiurkan

Awalnya adalah ketika kemarin (kalau tidak salah) melalui halaman iklan di yahoo saya tertarik dengan penawaran atas produk kosmetik ternama yang turun harga hingga sekitar 80% dari Qoo10Akhirnya, saya pun segera mendaftarkan email saya agar tergabung dengan penyedia fasilitas belanja online tersebut. 
Saya sempatkan untuk melihat produk-produk lain yang ditawarkan, sambil saya pun mencari tahu tentang produk yang saya mau beli tersebut melalui bantuanUncle Google . Saya tertarik dengan satu produk fashion dengan merek ternama yang juga ditawarkan. Pada akhir keputusan saya pun batal memesan kedua produk yang awalnya membuat saya hampir saja memboroskan uang saya untuk produk yang "meragukan". Hari ini, saya semakin dibuat tidak simpati/ tidak suka dengan toko online Qooo10 Indonesia karena menjual produk yang menurut pengetahuan saya adalah produk berbahaya bagi kesehatan.
Baiklah, hanya sekedar berbagi pengalaman dan pengetahuan pribadi saya dan tanpa bermaksud merusak nam…

Langsing Dengan Sibutramine

Ini adalah berita bagi yang ingin berdiet dengan suplemen atau obat pelangsing. Berat badan saya naik sekitar 10 kilogram, dan sampai tulisan ini saya buat memang saya belum mencoba obat pelangsing apapun. Alasan pertama pada umumnya obat diet menganjurkan agar kita melakukan diet (diet yang benar adalah mengatur pola makan bukan tidak makan), dan biasanya harus disertai olah raga. Masalahnya, saya sulit mengatur pola makan. Yang lebih sulit adalah mengatur menu makanan yang dianjurkan apalagi dengan harus menghitung-hitung jumlah kalori, protein dan sebagainya dari makanan yang kita konsumsi. Berolah raga sendiri agak sulit bagi saya karena waktu yang sebagian besar saya habiskan untuk pekerjaan kantor dan aktivitas sehabis kantor, belum lagi waktu yang harus dilalui bersama kemacetan Jakarta. Terus terang, dengan waktu tidur yang sempit rasanya saya tidak rela harus bangun pagi dan meninggalkan sisa-sisa waktu tidur sebelum langit terang. Satu lagi bahwa tidur itu penting.

Namun, sa…

Tante vs Bibi

Pagi ini karena mengomentari status (facebook) seorang teman, akhirnya terpikir untuk menulis lagi di blog dengan topik terkait. Sederhana sih, hanya pendapat mengenai perbedaan konotasi panggilan “Om” dan “Paman” meskipun pada pokoknya memiliki pengertian yang sama.

Dan berikut adalah tanggapan pribadi saya yang kira-kira menjabarkan kalimat panjang saya di kolom komentar status facebook sang teman. Terkait dengan saya, tema berubah menjadi “Tante vs Bibi”
Tante Saya agak keberatan dipanggil "Tante" oleh para keponakan, dan sebagian besar dari mereka  menyapa saya dengan panggilan awal "Aunty" khusus untuk 'Aunty Lia' di keluarga besar. Bukan bermaksud ke-bule2-an, tapi saya  ogah dikira atau merasa panggilan itu konotasi kuat pada istilah “tante (girang) dan panggilan "tante" mengingatkan saya pada teman-teman Ibu saya atau pun orangtua  teman-teman saya... yang saya panggil “tante”). Argh..saya tidak mau disamakan dengan orang setua mereka hehehe…