Skip to main content

Le Journal de Lia: Ingatlah hari ini!

Le Journal de Lia
Aujourd'hui, moi et quelques amis sont réunis a Plaza Semanggi. Il ya Chico, Ella, Harry, Jajang, Lyana, mella, olliv, Opie, Sandra, Shandy et Shinta. Nous avons eu un dînér à la food court. Alors, nous avons chante et danser au Inul Vista. Nous avons chante beaucoup de chansons pour 2 heures.
J'aime mes amis, vous êtes excellent. Oui, nous sommes super.


Sebenarnya gue gak yakin-yakin amat kalau secara tata bahasa, tulisan di atas benar. Yang pasti “Le Journal de Lia” di atas adalah tugas yang diberikan oleh Profeseur, dan isinya adalah cerita nyata.

Tepat dua tahun lalu dari hari ini, 20 Oktober 2009 gue dan teman-teman kelas 1A di CCF untuk pertama kalinya jalan bersama di luar CCF. Berkesan? Pastinya, dan tentu berlaku untuk semua yang namanya sudah disebut di atas. Buat membuktikan kalau itu cukup berkesan atau bisa dikatakan ‘one of unforgettable moment’ *eaaa*gue masih bisa jelaskan singkat.

Awal ide kumpul-kumpul kita di luar kelas adalah acara farewell untuk Okta yang akan meninggalkan kelas (dan kita sebagai classmates-nya) untuk ke Eropa lebih dulu. Yaps! Dia akan ke Brussel untuk jadi “menteri keuangan’nya Kedutaan Besar Indonesia untuk Belgia. Ini tercetus sewaktu acara ulang tahun Monsieur Adhi (sang guru) yang bertepatan dengan hari midtest kita yang bisa dilewatkan dengan “C’est facile” (ini kata Harry yang keluar kelas paling awal).

Setelah beberapa percakapan, saling tanggap di Facebook akhirnya diputuskanlah titik pertemuan kita di Planet Hollywood (PH). Ihiiiy,, gue dapat tebengan dong, dijemput Harry di CCF yang datang-datang dengan santainya udah pakai tshirt dan jeans plus anting-anting di beberapa bagian di kepalanya (kepala ya, soalnya kuping dan lidah atau bibir itu bukan bagian dari wajah kan? -gue juga gak ingat dimana saja tuh anting-anting bertengger).

Awalnya sih mau makan dan nonton bareng namun setelah akhirnya gue, Harry, Ella, Sandra, Lyana, Shinta dan Shandy kumpul di PH, rencana pun berubah. Lokasi “senang2” kita pindah ke Plaza Semanggi (Plangi). Dan kita pindah ‘diangkut’ si Mamat mobilnya Ella, dan si Rushie mobilnya mami Sandra.

Makan malam di Cosmo foot court Plangi dengan menu yang beragam, tapi yang paling seru adalah ketika olok-olokan (baca: bercanda) karena ditemukan fakta bahwa kang Jajang, yang tertua di antara kita pesan Teh Tawar dan pengakuan jujurnya dia hanya bisa minum Teh Tawar karena faktor umur *CMIIW*.

Pasukan yang sudah semakin lengkap dan rusuh setelah bergabungnya Chico, kang Jajang, Mella, Novi a.k.a Opie dan Olliv beranjak dari lantai 3A ke lantai 6. Inul Vista siap jadi korban ‘kerusuhan’ kami.

Meski sedih karena Ella harus pulang duluan (tapi diantar sampai tempat parkir lho), kegilaan tetap berlanjut. Dari mulai entah shower cap milik siapa yang bergilir kepala bahkan sempat menutupi muka (ini pun lupa muka siapa), aksi gila saat bernyanyi, foto-foto tiada akhir, dan pilihan lagu yang tak disangka-sangka seperti “Balada Pelaut”. Ada aksi kram kaki juga hehehe.., dan itu tepat saat ‘lagu kenangan’ kita muncul di muka LCD, “Ingatlah Hari Ini”. Cuma yang agak pahit *hikss* geng yang mengutamakan “jaja diri” dan pemeluk faham narsisme lebih mengutamakan aksi foto-foto saat kamera mengarah dan melupakan gue yang lagi menahan sakit kram (*lebay-menarik empati).

Dua jam nyengnyong-nyengnyong saatnya untuk bubar, dan acara foto-foto masih berlanjut dari di dalam ruang karoke, di pintu, sampai di lobi inul vista. Padahal batre kamera Sandra dan gue udah gak kuat melayani permintaan "model-model tak berbayar" ini.

11 Kakak-Adik Beda Ayah-Ibu


Nah, ini yang tak terlupakan juga pastinya saat ‘diangkut’ mobilnya si Mami Sandra, Toyota Rush ditumpangi sebelas orang, tiga orang duduk di depan, Sandra di belakang kemudi dan gue pangku-pangkuan sama Opie, ada Lyana, Mella, Olliv dan Shinta yang jadi pepes di barisan tengah, dan yang ehm agak-agak gimana gitu Chico, Harry, Shandy dan Jajang di barisan belakang (siapa tuh yang dipangku?)

Gue, Harry, Shandy, dan Shinta diturunkan di depan Kartika Candra, lanjut naik motor ya bukan karena gak laku :p. Sisanya entah turun dimana, yang pasti katanya kang Jajang dibuang di Cawang #eh :D.

Ingatan gue cukup baik, kan? Nah rangkaian foto dalam video yang dibuat Olliv bisa membantu mengingat masa itu. God bless you all..

video

Je vous manque!!

Comments

  1. c'est magnifique.. hoho.. diriku dah lupa semua pelajaran bahasa prancis itu hiks..hiks sedihnya... sayang ya.. akyu gak pernah bisa ikut gila2an bersama kalian T_____T

    ReplyDelete
  2. Love you All .... Muach Muach ....@ Ria km apa kabar... Missin ouuu

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Saya Enggan Berbelanja di Qoo10 (Indonesia), Meski Tampak Menggiurkan

Awalnya adalah ketika kemarin (kalau tidak salah) melalui halaman iklan di yahoo saya tertarik dengan penawaran atas produk kosmetik ternama yang turun harga hingga sekitar 80% dari Qoo10Akhirnya, saya pun segera mendaftarkan email saya agar tergabung dengan penyedia fasilitas belanja online tersebut. 
Saya sempatkan untuk melihat produk-produk lain yang ditawarkan, sambil saya pun mencari tahu tentang produk yang saya mau beli tersebut melalui bantuanUncle Google . Saya tertarik dengan satu produk fashion dengan merek ternama yang juga ditawarkan. Pada akhir keputusan saya pun batal memesan kedua produk yang awalnya membuat saya hampir saja memboroskan uang saya untuk produk yang "meragukan". Hari ini, saya semakin dibuat tidak simpati/ tidak suka dengan toko online Qooo10 Indonesia karena menjual produk yang menurut pengetahuan saya adalah produk berbahaya bagi kesehatan.
Baiklah, hanya sekedar berbagi pengalaman dan pengetahuan pribadi saya dan tanpa bermaksud merusak nam…

Langsing Dengan Sibutramine

Ini adalah berita bagi yang ingin berdiet dengan suplemen atau obat pelangsing. Berat badan saya naik sekitar 10 kilogram, dan sampai tulisan ini saya buat memang saya belum mencoba obat pelangsing apapun. Alasan pertama pada umumnya obat diet menganjurkan agar kita melakukan diet (diet yang benar adalah mengatur pola makan bukan tidak makan), dan biasanya harus disertai olah raga. Masalahnya, saya sulit mengatur pola makan. Yang lebih sulit adalah mengatur menu makanan yang dianjurkan apalagi dengan harus menghitung-hitung jumlah kalori, protein dan sebagainya dari makanan yang kita konsumsi. Berolah raga sendiri agak sulit bagi saya karena waktu yang sebagian besar saya habiskan untuk pekerjaan kantor dan aktivitas sehabis kantor, belum lagi waktu yang harus dilalui bersama kemacetan Jakarta. Terus terang, dengan waktu tidur yang sempit rasanya saya tidak rela harus bangun pagi dan meninggalkan sisa-sisa waktu tidur sebelum langit terang. Satu lagi bahwa tidur itu penting.

Namun, sa…

Tante vs Bibi

Pagi ini karena mengomentari status (facebook) seorang teman, akhirnya terpikir untuk menulis lagi di blog dengan topik terkait. Sederhana sih, hanya pendapat mengenai perbedaan konotasi panggilan “Om” dan “Paman” meskipun pada pokoknya memiliki pengertian yang sama.

Dan berikut adalah tanggapan pribadi saya yang kira-kira menjabarkan kalimat panjang saya di kolom komentar status facebook sang teman. Terkait dengan saya, tema berubah menjadi “Tante vs Bibi”
Tante Saya agak keberatan dipanggil "Tante" oleh para keponakan, dan sebagian besar dari mereka  menyapa saya dengan panggilan awal "Aunty" khusus untuk 'Aunty Lia' di keluarga besar. Bukan bermaksud ke-bule2-an, tapi saya  ogah dikira atau merasa panggilan itu konotasi kuat pada istilah “tante (girang) dan panggilan "tante" mengingatkan saya pada teman-teman Ibu saya atau pun orangtua  teman-teman saya... yang saya panggil “tante”). Argh..saya tidak mau disamakan dengan orang setua mereka hehehe…