Skip to main content

Pemandangan Pagi Saat Melintas Stasiun Tebet

by: Jatmika Jati


Mereka menderu langkah, ada yang tak hirau, ada yang berlari mengejar kereta yang menepi untuk mengangkut umat-umat yang membawa mimpi-mimpi di ubun-ubunnya

Mereka bersama matahari yang beranjak semakin tinggi di langit membawa sukma-sukma dengan tak terhingga rasa

Mereka para pekerja, pelajar, pemimpi yang bernapas di setiap putaran waktu, para tukang ojek dengan perkakas roda duanya, juga penjaja makanan yang mengais rejeki dari perut-perut lapar

Satu dua pria yang disebut polisi lalu lintas dibalik seragam kebanggaannya mengusir sisa kantuk berusaha menjadi sosok yang berhasil menertibkan kekacauan pagi

Deru-deru kendaraan yang berhenti di kala palang rel kereta diturunkan, teriakan para kondektur, supir, dan persaingan mencari penumpang demi seribu, dua ribu, tiga ribua angka rupiah

Dan dingin yang memanas di logam rel kereta, batu-batu bisu yang menjadi saksi hilir mudik selangkangan kereta juga segala bau angan-angan manusia di dalam ular baja

Aku, ya aku melintas di antara mereka, menyaksikan suasana pagi dengan selintas pandang dan langkah kaki yang pasti, merekamnya di sini
Pemandangan pagi saat melintas stasiun Tebet


Jakarta, 5 April 2012

Comments

  1. tebak kondisi : saat itu aku naik taxi?bajaj?jalan kaki? #melintas di st.tebet :)

    ReplyDelete
  2. Yaps, lagi jalan kaki utk cari taksi ;)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Saya Enggan Berbelanja di Qoo10 (Indonesia), Meski Tampak Menggiurkan

Awalnya adalah ketika kemarin (kalau tidak salah) melalui halaman iklan di yahoo saya tertarik dengan penawaran atas produk kosmetik ternama yang turun harga hingga sekitar 80% dari Qoo10Akhirnya, saya pun segera mendaftarkan email saya agar tergabung dengan penyedia fasilitas belanja online tersebut. 
Saya sempatkan untuk melihat produk-produk lain yang ditawarkan, sambil saya pun mencari tahu tentang produk yang saya mau beli tersebut melalui bantuanUncle Google . Saya tertarik dengan satu produk fashion dengan merek ternama yang juga ditawarkan. Pada akhir keputusan saya pun batal memesan kedua produk yang awalnya membuat saya hampir saja memboroskan uang saya untuk produk yang "meragukan". Hari ini, saya semakin dibuat tidak simpati/ tidak suka dengan toko online Qooo10 Indonesia karena menjual produk yang menurut pengetahuan saya adalah produk berbahaya bagi kesehatan.
Baiklah, hanya sekedar berbagi pengalaman dan pengetahuan pribadi saya dan tanpa bermaksud merusak nam…

Langsing Dengan Sibutramine

Ini adalah berita bagi yang ingin berdiet dengan suplemen atau obat pelangsing. Berat badan saya naik sekitar 10 kilogram, dan sampai tulisan ini saya buat memang saya belum mencoba obat pelangsing apapun. Alasan pertama pada umumnya obat diet menganjurkan agar kita melakukan diet (diet yang benar adalah mengatur pola makan bukan tidak makan), dan biasanya harus disertai olah raga. Masalahnya, saya sulit mengatur pola makan. Yang lebih sulit adalah mengatur menu makanan yang dianjurkan apalagi dengan harus menghitung-hitung jumlah kalori, protein dan sebagainya dari makanan yang kita konsumsi. Berolah raga sendiri agak sulit bagi saya karena waktu yang sebagian besar saya habiskan untuk pekerjaan kantor dan aktivitas sehabis kantor, belum lagi waktu yang harus dilalui bersama kemacetan Jakarta. Terus terang, dengan waktu tidur yang sempit rasanya saya tidak rela harus bangun pagi dan meninggalkan sisa-sisa waktu tidur sebelum langit terang. Satu lagi bahwa tidur itu penting.

Namun, sa…

Tante vs Bibi

Pagi ini karena mengomentari status (facebook) seorang teman, akhirnya terpikir untuk menulis lagi di blog dengan topik terkait. Sederhana sih, hanya pendapat mengenai perbedaan konotasi panggilan “Om” dan “Paman” meskipun pada pokoknya memiliki pengertian yang sama.

Dan berikut adalah tanggapan pribadi saya yang kira-kira menjabarkan kalimat panjang saya di kolom komentar status facebook sang teman. Terkait dengan saya, tema berubah menjadi “Tante vs Bibi”
Tante Saya agak keberatan dipanggil "Tante" oleh para keponakan, dan sebagian besar dari mereka  menyapa saya dengan panggilan awal "Aunty" khusus untuk 'Aunty Lia' di keluarga besar. Bukan bermaksud ke-bule2-an, tapi saya  ogah dikira atau merasa panggilan itu konotasi kuat pada istilah “tante (girang) dan panggilan "tante" mengingatkan saya pada teman-teman Ibu saya atau pun orangtua  teman-teman saya... yang saya panggil “tante”). Argh..saya tidak mau disamakan dengan orang setua mereka hehehe…