Thursday, April 5, 2012

Pemandangan Pagi Saat Melintas Stasiun Tebet

by: Jatmika Jati


Mereka menderu langkah, ada yang tak hirau, ada yang berlari mengejar kereta yang menepi untuk mengangkut umat-umat yang membawa mimpi-mimpi di ubun-ubunnya

Mereka bersama matahari yang beranjak semakin tinggi di langit membawa sukma-sukma dengan tak terhingga rasa

Mereka para pekerja, pelajar, pemimpi yang bernafas di setiap putaran waktu, para tukang ojek dengan perkakas roda duanya, juga penjaja makanan yang mengais rejeki dari perut-perut lapar

Satu dua pria yang disebut polisi lalu lintas dibalik seragam kebanggaannya mengusir sisa kantuk berusaha menjadi sosok yang berhasil menertibkan kekacauan pagi

Deru-deru kendaraan yang berhenti di kala palang rel kereta diturunkan, teriakan para kondektur, supir, dan persaingan mencari penumpang demi seribu, dua ribu, tiga ribua angka rupiah

Dan dingin yang memanas di logam rel kereta, batu-batu bisu yang menjadi saksi hilir mudik selangkangan kereta juga segala bau angan-angan manusia di dalam ular baja

Aku, ya aku melintas di antara mereka, menyaksikan suasana pagi dengan selintas pandang dan langkah kaki yang pasti, merekamnya di sini
Pemandangan pagi saat melintas stasiun Tebet


Jakarta, 5 April 2012

2 comments:

  1. tebak kondisi : saat itu aku naik taxi?bajaj?jalan kaki? #melintas di st.tebet :)

    ReplyDelete
  2. Yaps, lagi jalan kaki utk cari taksi ;)

    ReplyDelete