Wednesday, February 13, 2013

Valentine's Day: Donor Darah Tanda Cinta

Préambule

Diawali dengan “H-11” saya menaruh status hitung mundur di status BBM saya. Ya, status mundur tersebut berakhir di tanggal 14 februari 2013. Betul sekali. Jatuh pada hari Valentin. Nah, entah kenapa teman-teman yang perhatian dan sebagian yang kepo di awal-awal banyak yang tidak menyadari dan berprasangka bahwa saya akan pergi ke suatu destinasi alias jalan-jalan. Ya, mungkin karena salah satu hobi saya adalah melancong.

Baiklah, kembali ke soal “H-“ menuju Valentine’s Day. Sebenarnya tidak ada yang terlalu spesial, saya menunggu hari ini untuk (ceritanya mau ikut) merayakan Valentin dengan ber-donor darah. Beberapa tahun terakhir saya memperingati hari ulang tahun dengan berdonor darah dan karena hitungannya sesuai dengan waktu berdonor darah kembali, maka saya ingin menjadikannya rutin juga untuk berdonor di “hari kasih sayang” ini. Yang agak spesial buat saya, karena ini adalah donor yang ke-10 kali bagi saya. *yeaay*.

#DondarTandaCinta

Maka sebagai tanda bahagia berbagi cinta kepada sesama melalui donor darah saya (mau sok-sok-an) membuat gerakan Donor Darah Tanda Cinta -- #DondarTandaCinta (sengaja dibuat dengan tanda pagar ala twitter) .s

Gerilya pengumpulan massa saya awali dengan mengajak teman-teman dekat di tanggal 12 Februari 2012 sore (kecuali teman kantor yang sudah saya ‘hasut’ dari minggu lalu).

Nah, terlepas dari kamu secara pribadi merayakan/memperingati Valentine’s Day atau tidak, punya pacar atau tidak, namun punya kepedulian atas kelangsungan hidup sesama melalui darah yang diberikan sukarela, punya cinta yang tak perlu dibuktikan dengan kata-kata, berbuatlah nyata dengan DONOR DARAH di “hari kasih sayang” 14 Februari 2013. Ya, kalau mau di hari lain juga tidak masalah – yang penting niat tulusnya. 

Yang mau bergabung dengan saya dan teman-teman (sambil berkenalan juga boleh), silakan datang ke PMI  UTD DKI di Jalan Kramat Raya No.47 Jakarta Pusat, selepas jam kerja, ± pukul 17.00. Untuk wilayah Jakarta, donor darah juga bisa dilakukan di beberapa tempat lainnya seperti UTD RSUP Fatmawati dan UTD Senayan City.



Donor Darah Sebagai Gaya Hidup

Sedikit tentang "donor darah sebagai gaya hidup" merupakan kampanye dari Palang Merah Indonesia (PMI). Berikut saya kutip dari Majalah Kesehatan tentang 7 Alasan Mengapa Perlu Donor Darah, sebagai berikut:

1. Kebutuhan yang besar
Setiap delapan detik, ada satu orang yang membutuhkan transfusi darah di Indonesia. Setiap tahun, Palang Merah Indonesia membutuhkan sedikitnya 4 juta kantong darah.

2. Cara mudah menjadi pahlawan
Ya, setiap pendonor darah adalah pahlawan yang menyelamatkan jiwa orang lain yang bahkan mungkin tidak dikenalnya sama sekali. Selain gratis tanpa biaya apa pun, syaratnya pun mudah.

3. Tidak menyakitkan
Salah satu alasan orang enggan untuk menjadi pendonor adalah bahwa prosedurnya menyakitkan. Hanya sakit sesaat ketika jari  ditusuk dengan jarum kecil untuk pengambilan sampel darah, dan berikutnya ketika lengan ditusuk untuk pengambilan darah bahkan lebih tidak menyakitkan lagi. Kedua rasa sakit yang sangat ringan itu tidak pantas untuk menjadi alasan tidak menyumbang darah dan melewatkan kesempatan untuk menyelamatkan jiwa orang lain.

4. Pemeriksaan kesehatan gratis
Sebelum mendonorkan darah, petugas akan memeriksa suhu tubuh, denyut nadi, tekanan darah dan kadar hemoglobin Anda. Ini adalah kesempatan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma!

5. Makanan gratis
Meskipun menyumbangkan darah secara ikhlas tanpa pamrih, tidak ada ruginya bila ikut menikmati makanan gratis seperti susu, roti, mie instan atau bubur yang disediakan oleh panitia. Itu adalah layanan standar bagi para pendonor, sebagai ucapan terima kasih dan untuk segera memulihkan kekuatan tubuh mereka.

6. Menjadi lebih langsing

Setiap kali mendonorkan darah, membakar 650 kalori (jumlah energi yang diperlukan tubuh  untuk mengganti setengah liter darah).

7. Anda mungkin memerlukannya
Statistik menunjukkan bahwa 25 persen atau lebih dari kita akan membutuhkan darah paling tidak sekali dalam seumur hidup. Orang-orang yang berusia di atas 50 tahun paling banyak memerlukannya. Alangkah indahnya bila Amemberi selagi mampu, sebelum menerimanya suatu saat.

No comments:

Post a Comment