Skip to main content

Hello, 2014!

Akhirnya kembali menulis di blog tercinta ini. Karena masih bulan Januari, belum terlambat untuk mengucapkan "Selamat Tahun Baru".


Ya, tahun baru. Memijakan kaki dan menghembuskan napas di 2014 dengan banyak hal baru. Libur natal tahun baru yang cukup lama dari 25 Desember 2014 sampai dengan 5 Januari 2014 dihabiskan bersama keluarga, mudik ke rumah Tasik. Ya, ada sih main-main ke luar kotanya (dengan tetap bersama keluarga). Libur cukup panjang ini benar-benar "beristirahat" di rumah. Maksudnya, gak ngacir bawa ransel untuk berlibur mengurangi angka-angka Rupiah di rekening tabungan.


Jadi, 2014 ini kelanjutan karir gue akan dimulai di tempat baru alias pindah kantor, kantor baru yang sudah direncanakan datang dengan tas kerja baru (salah satu kado ulang tahun lalu), selain itu ini kebetulan liburan lalu juga sempat beli celana dalam baru, dan akhirnya punya powerbank (baru) sendiri, yang juga hadiah ulang tahun. Di kantor baru, tentunya akan bertemu teman-teman (kerja) baru dan klien juga perkara baru pastinya. Rute baru juga akan mengisi hari-hari gue. Kali ini perjalannanya Tebet-Sudirman dan jalan layang non tol baru saja diresmikan, nah baru deh Casablanca terasa lebih lengang. Kayanya, alam semesta sangat mendukung hal-hal baru dalam hidup gue. Semoga semua hal baru tersebut membawa seorang Lia Sirait menjadi pribadi baru yang lebih baik dengan tetap menjadi diri sendiri.

Untuk menutup tulisan pertama di tahun ini, berikut salinan dari status di media sosial (path dan facebook), yang gue bagikan saat 1 Januari 2014 lalu.





"As usual, selalu membuka tahun baru dengan kebaktian keluarga dan 'mandok hata'. Ini semacam ritual resmi tidak tertulis bagi para Batakers. Mandok hata is a special moment for every member of the family to say 'anything', standarnya kata2 maap dan unek2 juga resolusi tahun baru. Trus, salam2an plus cipika-cipiki semacam sungkeman keluarga. That's why aura tahun baru tampak lebih sakral daripada Natal krn kami begadang bersama disambung makan New Year's Cake dan minum "minuman berwarna" (kalo ga ada wine ato beer, kopi dan teh pun jadi). Dan, saat2 inilah keberadaan keluarga terasa begitu hangat dan harus disyukuri. Ketika yg lain nonton kembang api bareng pasangan doang ato rame2 menghitung mundur bandul detik "sepuluh.. sembilan... delapan.......dua, satu" ke 12AM bareng besties-nya di hotel berbintang ato keramaian, sementara ortunya depan tipi di rumah ato lg di atas kasur udah 'sleeping beauty' ato malah lg tahajud mendoakan anak2nya, buat saya pribadi, keluarga (apalagi orang tua) adalah the best people yg paling laik utk disyukuri sbg tmn menghembuskan nafas pertama di tahun baru, disambung doa dan nyanyi puji2an bersama. Bahagia itu beda2 cara dan porsi, cara menikmati & mensyukurinya. Demikianlah buat saya, 'Lia Sirait', entah buat kalian. Pesan & harapan ortu (dan harapan pribadi saya) supaya anak2nya menjadi lebih baik. Ya, lebih baik! Bukan berarti harus berubah 360derajat, jaim ato jadi pengkopi orang lain. Contohnya, Lia yg tetap tak tega menolak panggilan kamera (kaya selfie pic yg terpampang nyata di sini), yg masihlah tampak 'selebor' dgn kata2nya (tapi bisa tegas juga kok), dan Lia yg susah distop kalo ngomong (kaya postingan ini misalnya). I love to be myself, selama ga menyakiti hati orang ato mengambil hak orang lain.
Kali ini buat saya, ga perlulah kata2 mutiara nan indah ngejelimet, ga usahlah resolusi diumbar, ga maulah juga bikin ucapan2 bahasa pujangga, ga jugalah doa mesti dipamerkan di jejaring sosial, ga mau ikut2anlah buat ngutip ayat2 kitab suci, ya tapi maapin dan mohon maklum ajalah malah akhirnya ngemeng panjang kali lebar kaya begini. Kalo kalian teman2 baik saya, pastilah 'you know me so well'.

"Happy New Year 2014"

Kisses,
LIA"

Comments

Popular posts from this blog

Saya Enggan Berbelanja di Qoo10 (Indonesia), Meski Tampak Menggiurkan

Awalnya adalah ketika kemarin (kalau tidak salah) melalui halaman iklan di yahoo saya tertarik dengan penawaran atas produk kosmetik ternama yang turun harga hingga sekitar 80% dari Qoo10. Akhirnya, saya pun segera mendaftarkan email saya agar tergabung dengan penyedia fasilitas belanja online tersebut. 
Saya sempatkan untuk melihat produk-produk lain yang ditawarkan, sambil saya pun mencari tahu tentang produk yang saya mau beli tersebut melalui bantuanUncle Google . Saya tertarik dengan satu produk fashion dengan merek ternama yang juga ditawarkan. Pada akhir keputusan saya pun batal memesan kedua produk yang awalnya membuat saya hampir saja memboroskan uang saya untuk produk yang "meragukan". Hari ini, saya semakin dibuat tidak simpati/ tidak suka dengan toko online Qooo10 Indonesia karena menjual produk yang menurut pengetahuan saya adalah produk berbahaya bagi kesehatan.
Baiklah, hanya sekedar berbagi pengalaman dan pengetahuan pribadi saya dan tanpa bermaksud merusak nam…

Langsing Dengan Sibutramine

Ini adalah berita bagi yang ingin berdiet dengan suplemen atau obat pelangsing. Berat badan saya naik sekitar 10 kilogram, dan sampai tulisan ini saya buat memang saya belum mencoba obat pelangsing apapun. Alasan pertama pada umumnya obat diet menganjurkan agar kita melakukan diet (diet yang benar adalah mengatur pola makan bukan tidak makan), dan biasanya harus disertai olah raga. Masalahnya, saya sulit mengatur pola makan. Yang lebih sulit adalah mengatur menu makanan yang dianjurkan apalagi dengan harus menghitung-hitung jumlah kalori, protein dan sebagainya dari makanan yang kita konsumsi. Berolah raga sendiri agak sulit bagi saya karena waktu yang sebagian besar saya habiskan untuk pekerjaan kantor dan aktivitas sehabis kantor, belum lagi waktu yang harus dilalui bersama kemacetan Jakarta. Terus terang, dengan waktu tidur yang sempit rasanya saya tidak rela harus bangun pagi dan meninggalkan sisa-sisa waktu tidur sebelum langit terang. Satu lagi bahwa tidur itu penting.

Namun, sa…

Tante vs Bibi

Pagi ini karena mengomentari status (facebook) seorang teman, akhirnya terpikir untuk menulis lagi di blog dengan topik terkait. Sederhana sih, hanya pendapat mengenai perbedaan konotasi panggilan “Om” dan “Paman” meskipun pada pokoknya memiliki pengertian yang sama.

Dan berikut adalah tanggapan pribadi saya yang kira-kira menjabarkan kalimat panjang saya di kolom komentar status facebook sang teman. Terkait dengan saya, tema berubah menjadi “Tante vs Bibi”
Tante Saya agak keberatan dipanggil "Tante" oleh para keponakan, dan sebagian besar dari mereka  menyapa saya dengan panggilan awal "Aunty" khusus untuk 'Aunty Lia' di keluarga besar. Bukan bermaksud ke-bule2-an, tapi saya  ogah dikira atau merasa panggilan itu konotasi kuat pada istilah “tante (girang) dan panggilan "tante" mengingatkan saya pada teman-teman Ibu saya atau pun orangtua  teman-teman saya... yang saya panggil “tante”). Argh..saya tidak mau disamakan dengan orang setua mereka hehehe…