Harga BBM Naik

Malam ini diumumkan kenaikan harga BBM. Tepatnya jam berapa, kurang tahu juga [atau tanya "eyang Google" buat tahu rinciannya]. Yang pasti, saat pulang kantor tadi gue sempat dengar di radio. Nah, kebetulan malam ini gue lagi meet up sama teman di kafe dekat rumah. Si teman juga dapat panggilan telepon dua kali dari kerabat dan ibunya hanya untuk mengingatkan membeli BBM karena per tengah malam harganya akan naik. Si teman malah sempat tanya lawan bicaranya di telepon, "Beritanya di tvone atau Metro TV?" Haha.. Saking salah satunya suka ngawur kasih berita.

Sampai di rumah, kembali gue dengar sekilas kabar dari radio soal kenaikan harga BBM, dan eng ing eng... pas gue buka Path, berderetlah kaya gerbong kereta api lagi jalan, status reaksi terhadap isu harga BBM ini. Ada yang sekilas info, ada yang curhat, ada yang mengeluh, ada yang sotoy, ada juga yang menyindir (pemerintah yang membuat kebijakan).

Gue?? Ah, malulah. Beli iPhone mampu, ya masa bensin naik mesti teriak-teriak. Apa kabar kalian yang punya Alphard atau minimal Yaris, dan apa kabar kalian yang tentengannya Louis Vuitton?

Sombong? Silakan hakimi saya! Tidak sombongkah "tuan/nyonya"? Yang merasa  jadi korban dari kenaikan harga BBM, yang merasa segala kompensasi dari kenaikan harga tersebut bukan untuk kalian, yang merasa "lebih pintar" dari pemerintah yang membuat kebijakan, yang merasa seakan besok bisa mati karena ongkos angkot naik dan harga cabe merah akan melambung. Padahal, apa sumbangsih kalian?

Gue sih merasa gak punya sumbangsih besar, bayar pajak dari gaji yang 'gak seberapa, bawa nama bangsa di kancah internasional belum pernah, perang membela kemerdekaan enggak juga. Satu-satunya dukungan gue yang hanya sebeberapa persennya membuat kebijakan ini terjadi adalah memilih saat pemilu (gue gak sebut nama pilihan loh), dan lalu mendukung presiden yang terpilih dan mendoakan kabinet-kabinetnya bisa memperbaiki keadaan Negeri ini.

Menilai dari 100 hari? Satu tahun? Tidak! Bahkan satu periode kepresidenan belum tentu negeri ini langsung membaik 360 derajat, apalagi dengan warga negaranya yang doyan mengeluh dan menyindir. Tapi, bangsa ini sedang berjalan menuju kesuksesan. Bisa ke arah 360 derajat, dengan kepercayaan penuh dan doa bangsa ini.

Pernah nonton film-film kolosal, kan? Paling 'gak, pernah baca cerita sejarah. Seorang Raja yang didukung dan dipercaya penuh oleh rakyatnya, niscaya kerajaannya makmur dan maju.

Nah, kan jadi melebar. Tapi, paham dong intisarinya?

I love you, Indonesia. Gue mau jadi bagian dari masyarakat cerdas yang 'gak kebanyakan komentar tapi bisa berbuat nyata.

(Harga) bensin naik? Intensitas doa naik juga supaya bos 'tersentuh'. Ihiy, naik gaji! Amin.

Comments

Popular Posts