Skip to main content

Drama Senin Pagi

Berikut, adalah kisah pagi ini yang gue sempat bagikan di jejaring sosial Path tanpa menyertakan beberapa komentar dari teman. Ini adalah apa yang saya ketik dengan jari-jari gue dari benak gue.

Drama Senin pagi, ketika tarif baru "burung biru" mulai berlaku sang pengemudi salah jalan. Tahukah wahai engkau Pak Supir, salah jalan di Jakarta Senin pagi berbuah runyam?

#ngunyahtahuditaksi


Trus, sekarang driver-nya tiba2 matiin musik, 
D: "Argonya gak usah dibayar."
L: "Gapapa, tinggal puter balik di depan."
D: "Gak usah, ini kesalahan saya."


Hadeuh. Bukan soal argo keleus. Padahal gw, gak marah gak ngomel, kok dia jadi gak enakan gitu, sih?
Tahukah engkau wahai Pak Supir, angka dalam argo bisa dicari tapi waktu yang berlalu begitu saja tak akan kembali lagi. #eaaa
Dan,,,, drama berlanjut lagi. Tiba2, di keheningan macet dia telp orang.
"Pit, anak saya meninggal. Tolong bantu, ya. Iya, jam 3 pagi tadi."

Kenapa jadi begini? Lah, sekarang aku kudu piye iki? Monday Morning Drama banget, kan?? 😥


Awkward situation. Aduh kumaha ieu? Beneran meninggal anaknya. Ini dia ditelp lagi dan cerita yang sama dgn lawan bicaranya. Duh mana doi nahan nangis. Mana macet belum berlalu. Mana gw telat ke kantor.

Empat salinan tulisan gue di atas, tidak menyertakan seluruh dari yang gue bagikan di Path. Namun, pada kelanjutannya, keadaan tidak semakin membaik untuk gue. Setelah salah ambil jalan, dan berakhir dengan kemacetan karena ada galian lalu pas puter balik salah jalan lagi dan akhirnya kembali ke arah semula, hampir tempat awal gue memulai perjalanan. Gue cuma terdiam, dan semakin mawas dengan jalanan

Comments

Popular posts from this blog

Saya Enggan Berbelanja di Qoo10 (Indonesia), Meski Tampak Menggiurkan

Awalnya adalah ketika kemarin (kalau tidak salah) melalui halaman iklan di yahoo saya tertarik dengan penawaran atas produk kosmetik ternama yang turun harga hingga sekitar 80% dari Qoo10Akhirnya, saya pun segera mendaftarkan email saya agar tergabung dengan penyedia fasilitas belanja online tersebut. 
Saya sempatkan untuk melihat produk-produk lain yang ditawarkan, sambil saya pun mencari tahu tentang produk yang saya mau beli tersebut melalui bantuanUncle Google . Saya tertarik dengan satu produk fashion dengan merek ternama yang juga ditawarkan. Pada akhir keputusan saya pun batal memesan kedua produk yang awalnya membuat saya hampir saja memboroskan uang saya untuk produk yang "meragukan". Hari ini, saya semakin dibuat tidak simpati/ tidak suka dengan toko online Qooo10 Indonesia karena menjual produk yang menurut pengetahuan saya adalah produk berbahaya bagi kesehatan.
Baiklah, hanya sekedar berbagi pengalaman dan pengetahuan pribadi saya dan tanpa bermaksud merusak nam…

Langsing Dengan Sibutramine

Ini adalah berita bagi yang ingin berdiet dengan suplemen atau obat pelangsing. Berat badan saya naik sekitar 10 kilogram, dan sampai tulisan ini saya buat memang saya belum mencoba obat pelangsing apapun. Alasan pertama pada umumnya obat diet menganjurkan agar kita melakukan diet (diet yang benar adalah mengatur pola makan bukan tidak makan), dan biasanya harus disertai olah raga. Masalahnya, saya sulit mengatur pola makan. Yang lebih sulit adalah mengatur menu makanan yang dianjurkan apalagi dengan harus menghitung-hitung jumlah kalori, protein dan sebagainya dari makanan yang kita konsumsi. Berolah raga sendiri agak sulit bagi saya karena waktu yang sebagian besar saya habiskan untuk pekerjaan kantor dan aktivitas sehabis kantor, belum lagi waktu yang harus dilalui bersama kemacetan Jakarta. Terus terang, dengan waktu tidur yang sempit rasanya saya tidak rela harus bangun pagi dan meninggalkan sisa-sisa waktu tidur sebelum langit terang. Satu lagi bahwa tidur itu penting.

Namun, sa…

Tante vs Bibi

Pagi ini karena mengomentari status (facebook) seorang teman, akhirnya terpikir untuk menulis lagi di blog dengan topik terkait. Sederhana sih, hanya pendapat mengenai perbedaan konotasi panggilan “Om” dan “Paman” meskipun pada pokoknya memiliki pengertian yang sama.

Dan berikut adalah tanggapan pribadi saya yang kira-kira menjabarkan kalimat panjang saya di kolom komentar status facebook sang teman. Terkait dengan saya, tema berubah menjadi “Tante vs Bibi”
Tante Saya agak keberatan dipanggil "Tante" oleh para keponakan, dan sebagian besar dari mereka  menyapa saya dengan panggilan awal "Aunty" khusus untuk 'Aunty Lia' di keluarga besar. Bukan bermaksud ke-bule2-an, tapi saya  ogah dikira atau merasa panggilan itu konotasi kuat pada istilah “tante (girang) dan panggilan "tante" mengingatkan saya pada teman-teman Ibu saya atau pun orangtua  teman-teman saya... yang saya panggil “tante”). Argh..saya tidak mau disamakan dengan orang setua mereka hehehe…