Monday, December 15, 2014

Drama Senin Pagi

Berikut, adalah kisah pagi ini yang gue sempat bagikan di jejaring sosial Path tanpa menyertakan beberapa komentar dari teman. Ini adalah apa yang saya ketik dengan jari-jari gue dari benak gue.

Drama Senin pagi, ketika tarif baru "burung biru" mulai berlaku sang pengemudi salah jalan. Tahukah wahai engkau Pak Supir, salah jalan di Jakarta Senin pagi berbuah runyam?

#ngunyahtahuditaksi


Trus, sekarang driver-nya tiba2 matiin musik, 
D: "Argonya gak usah dibayar."
L: "Gapapa, tinggal puter balik di depan."
D: "Gak usah, ini kesalahan saya."


Hadeuh. Bukan soal argo keleus. Padahal gw, gak marah gak ngomel, kok dia jadi gak enakan gitu, sih?
Tahukah engkau wahai Pak Supir, angka dalam argo bisa dicari tapi waktu yang berlalu begitu saja tak akan kembali lagi. #eaaa
Dan,,,, drama berlanjut lagi. Tiba2, di keheningan macet dia telp orang.
"Pit, anak saya meninggal. Tolong bantu, ya. Iya, jam 3 pagi tadi."

Kenapa jadi begini? Lah, sekarang aku kudu piye iki? Monday Morning Drama banget, kan?? 😥


Awkward situation. Aduh kumaha ieu? Beneran meninggal anaknya. Ini dia ditelp lagi dan cerita yang sama dgn lawan bicaranya. Duh mana doi nahan nangis. Mana macet belum berlalu. Mana gw telat ke kantor.

Empat salinan tulisan gue di atas, tidak menyertakan seluruh dari yang gue bagikan di Path. Namun, pada kelanjutannya, keadaan tidak semakin membaik untuk gue. Setelah salah ambil jalan, dan berakhir dengan kemacetan karena ada galian lalu pas puter balik salah jalan lagi dan akhirnya kembali ke arah semula, hampir tempat awal gue memulai perjalanan. Gue cuma terdiam, dan semakin mawas dengan jalanan

No comments:

Post a Comment