Tuesday, April 21, 2015

Megawati

Konon Kartini lebih senang dipanggil nama saja tidak dengan gelar Raden Ajeng. (Info dari radio tadi pagi)

Nah, kalau di masa kini di dunia kerja misalnya, mana ada yang dipanggil dengan sebutan gelar akademiknya semacam Sarjana Hukum dan Dokteranda (caela.. generasi masa lalu), kecuali panggilan profesi semacam dokter.

Nah, ini sama dengan Presiden perempuan pertama RI tercinta (RI-nya yang tercinta bukan presidennya mksdnya :p). Pernah ada yang tahu gelar akademik atau kebangsaan beliau? Nah! Gelar bukan hal penting, kan? Tapi, bagaimana kita bisa menjadi manusia yang bisa BERGUNA atau DIKENANG di masa depan.

Seperti apapun penilaian masyarakat umumnya terhadap "si Ibu", dia pernah jadi Presiden Republik Indonesia yang baru merdeka 17 Agustus 1945. Kalau Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan Indonesia pra kemerdekaan, Megawati telah membuktikan bahwa di Indonesia perempuan bisa jadi Presiden. Negara adikuasa macam Amerika Serikat yang tahun ini berusia 238 tahun dan mengagung-agungkan HAM saja TIDAK PERNAH punya Presiden perempuan.

Gak harus berkebaya seperti Kartini - gue sih hari ini pake blazer merah macam "si Ibu"  #eh (bisa dikira penggemar fanatik deh padahal gue penggemar durian)-. Tapi, buktikan kita bisa jadi perempuan yang namanya dikenal dan akan dikenang semacam Kartini, Megawati (lagi), Cut Nyak Dien atau Rasuna Said (yang terkenal karena jadi nama jalan di Kuningan dan sering dikira nama laki).

Perempuan Indonesia bisa menjadi apa saja dan dikenal dunia seperti Anggun dan AgnezMo atau semacam Cinta Laura yang bisa wawancara Robert Downey Jr kesayangan eneng #gemeeez.

Banggalah, jadi Perempuan Indonesia.

Selamat Hari Kartini! 

#biarkekinian
#mainstream
#kontempolasiperjalanankekantor
#bukananaknyasiIbu
#sukaRobertDowneyJunior
#halah

Terima kasih, ya yang sudah bersedia baca remahan pagi panjang lebar dari saya, Kartini masa kini. 

No comments:

Post a Comment